Prince Ice Look at Me, Please part 8


Gambar

Prince ice look at me, please….  chapter 8 (end)

Author             : Han Yoo Ri aka Hana Yuriko (@uwiechan92)

Cast                 : Park Jiyeon , Yoo Seung Ho, IU, Key, Krystal dll.

Genre              : Romance, Sad, and little comedy

Length             : 8 of 8 (end)

Rating             : PG 15

Note                : Park Jiyeon,Yoo Seung Ho, IU, Key dan lainnya milik Tuhan. Saya hanya meminjam untuk karakter di ff saya, ini FF original buatan saya. Don’t PLAGIATOR.

Annyeong….aku kembali….

Hupt…. akhirnya sampai juga dititik akhir, ne chapter terakhir ff ini.  Di chapter terakhir ini aku memasukan tokoh baru yang tidak lain adalah namjachinguku J jadi baca dengan seksama yah.

Ff ini ff debutku yang menyenangkan, suka & duka ketika membuatnya semakin membuatku selalu ingin mengingatnya. Gomawo untuk readers yang selalu menyempatkan waktu untuk membaca dan berkomentar di ff ku yang aneh ini. Gomawo juga untuk admin PJYF yang setia mengepost ff ini J

Gomawo…..

Selamat membaca ff ini dan jangan lupa comment

PLEASE….DON’T PLAGIATOR !!

PLEASE….DON’T BE SILENT READERS !!

2012©Han Yoo Ri

*Preview chapter 7*

@Park House

“Apa yang sedang kau katakan So Eun’ya..” ucap eomma Jiyeon meminta untuk So Eun mengulang ucapannya.

“Ne eomma, Jiyeon terkena ANEURISMA. Penyakit yang tidak ada obatnya secara pasti, dan keberhasilan pengobatannya pun hanya 35%” ucap So Eun sambil menangis.

“Aigo…. anakku….Jiyeon’ah” ucap eomma Jiyeon yang tiba-tiba jatuh.

Tanpa mereka sadari Jiyeon mendengarkan dari luar pintu. Matanya kini mulai mengeluarkan bulir-bulir airmata. Ia langsung berlari tak kunjung arah.

Menangis dan berteriak di taman.

“Kenapa harus aku Tuhan? Kenapa aku yang harus kau pilih untuk menderita penyakit itu… Aku salah apa terhadapmu Tuhan” teriak Jiyeon sambil menangis.

∞∞∞∞∞∞∞

2012©Han Yoo Ri

*Author POV*

@Yeiodo Park

Jiyeon terus terisak di pinggir danau di Yeiodo Park. Ia membenamkan wajahnya di kedua kakinya pada posisi duduk. Kemudian ia menatap langit biru yang kini mulai berubah menjadi gelap. Ia masih terus dalam posisi duduknya. Bulir-bulir air hujan kini mulai terasa membasahi tubuhnya, namun ia sama sekali tak beranjak dari posisinya. Ia terus saja memandang langit seolah merasakan dingin dan nyamannya air hujan membasahi wajah dan tubuhnya.

“Apa aku harus mati sekarang Tuhan?” tanya Jiyeon kepada langit.

Tubuhnya makin basah akibat hujan yang semakin deras.

“Apa jika aku mati aku akan bertemu Appa di surgamu Tuhan?” tanya Jiyeon lagi yang mulai terisak. Bahkan kini airmatanya sudah bercampur dengan derasnya air hujan.

Jiyeon bahkan seolah makin menikmati hujan dan mulai menghempaskan tubuhnya ke rumput,menutup matanya dan membiarkan air hujan membasahi tubuhnya.

Tiba-tiba….

Air serasa berhenti membasahi wajah Jiyeon.

“Ya, gweinchana? Park Jiyeon bangunlah?” tanya seorang namja tiba-tiba mengguncang tubuh Jiyeon. Dan Jiyeon pun mulai membuka matanya

“Seung Ho’ah…kau datang” ucap Jiyeon yang kemudian tak sadarkan diri.

Namja itu langsung membawa Jiyeon ke Rumah sakit terdekat

@Hospital

“Suster..tolong yeoja ini…palli….” teriak namja itu keras.

Jiyeon pun langsung diberikan penangan oleh tim dokter, namja itu menunggu diluar ruangan.

“Bahkan disaat seperti itu nama yang kau sebut adalah Seung Ho bukan aku” ucap namja yang tidak lain bernama Kim Myungsoo.

Ne, Kim Myungsoo. Namja yang selalu memperhatikan gerak-gerik Jiyeon sejak dulu. Myungsoo merupakan teman satu Taman Kanak-kanak dan SMA Jiyeon & Seung Ho.

Namja yang sejak dulu mencintai Jiyeon ini hanya berani menutupi rasa cintanya karena ia tau jelas bahwa Jiyeon sangat mencintai Seung Ho. Ia bahkan rasanya ingin memukul wajah namja bernama Yoo Seung Ho itu ketika melihatnya menggandeng Lee JiEun. Ia tau benar saat itu pasti Jiyeon sakit ketika melihatnya. Sebagaimana sakitnya ia ketika melihat Seung Ho mencium bibir Jiyeon di Nami Island.

“Bagaimana keadaannya Appa?” tanya Myungsoo pada Dokter Kim yang tidak lain adalah dokter yang menangani penyakit Jiyeon.

“Dimana kau menemukannya Myungsoo’ah?” tanya Dokter Kim.

“Di taman Yeiodo Appa”jawab Myungsoo pada Appanya.

“Berapa lama ia hujan-hujanan hingga basah kuyup seperti itu?” tanya Dokter Kim lagi.

“Entahlah Appa, aku menemukannya sudah dalam keadaan setengah sadar” jelas Myungsoo.

“Ya sudah, aku akan menghubungi keluarganya. Lebih baik kau pulang bajumu basah semua seperti itu nanti kau bisa sakit” ucap Dokter Kim lagi.

“Ne appa, jika terjadi apa-apa pada Jiyeon tolong kabari aku Appa” ucap Myungsoo dengan tatapan penuh harap pada ayahnya.

“Ne, aku pasti memberitahumu nak….” ucap Dokter Kim

Myungsoo pun meninggalkan rumah sakit, di perjalanan pulang ia melihat Seung Ho yang sedang asik berkencan dengan JiEun. Mereka pun berpapasan

“Kau akan menyesal” ucap MyungSoo tiba-tiba menatap tajam Seung Ho.

“Ada apa denganmu Myungsoo’ah?” tanya Seung Ho sambil menepuk bahu Myungsoo.

Namun Myungsoo buru-buru menepis tangan itu. Mata Seung Ho kini membulat karena tak mengerti akan sikap Myungsoo yang merupakan sahabat baiknya sejak kecil bersikap aneh terhadapnya.

“Ya…. wae ?” tanya Seung Ho lagi yang masih kebingungan atas sikap Myungsoo.

“Kau pasti akan menyesal nanti Yoo Seung Ho !” ucap Myungsoo lagi kini menatap tajam ke arah JiEun yang melingkarkan tangannya ke tangan Seung Ho.

“Ada apa dengannya, tidak biasanya ia seperti itu” batin Seung Ho.

“Myungsoo sepertinya membenciku oppa?” tanya JiEun yang membuat Seung Ho sadar terhadap lamunannya.

“Anni, dia memang seperti itu sikapnya. Tapi ia anak yang baik sejak kecil kami selalu bermain bersama” jelas Seung Ho sambil memberikan senyuman manisnya itu kepada yeojachingunya.

 

@Class

“Jiyeon masuk rumah sakit lagi?” tanya Key pada Yoo Ri

Gadis itu hanya mengangguk lemas. Tiba-tiba Seung Ho dan JiEun yang mendengarnya dari belakang pun ikut kaget. Bahkan reflek tangan Seung Ho yang semula menggenggam tangan JiEun kini terlepas. Seung Ho merasakan ada yang aneh pada hatinya. Seakan hatinya ikut terluka ketika Jiyeon merasakan sakit.

“Rumah sakit mana?” tanya Seung Ho tiba-tiba yang membuat Yoo Ri,Key dan JiEun saling memandang.

“A…h Seoul National Hospital” ucap Yoo Ri.

Merekapun lekas duduk dibangku mereka masing-masing. Kini Seung Ho yang mulai bingung. Matanya terus menerawang keluar jendela. Bukan tepatnya matanya menatap nanar bangku kosong dekat jendela yang biasa di tempati oleh Jiyeon. Ia terus saja memandang hingga tanpa disadari Lee Sonsaengnim melemparkan spidol kearahnya,dan binggo spidol itu tepat mengenai kepala Seung Ho

“Ya… Yoo Seung Ho ! sedang apa kau melihat keluar jendela, kenapa kau tidak memperhatikan pelajaranku ! cepat kerjakan soal di papan tulis” Teriak Lee Sonsaengnim

Seung Ho tanpa menjawab ocehan Seosangnim ia langsung menuju ke depan dan mengerjakan soal-soal di papan tulis. Daebak, ia hanya butuh 5 menit mengerjakan soal itu membuat seisi kelas terecengang dibuatnya. “Ya dia memang benar-benar cerdas. Padahal dia tidak memperhatikan pelajaran sejak tadi tapi dia bisa menjawabnya” bisik murid di kelas ramai.

Lee sonsaengnim pun hanya bisa menghela nafas. Ia tau jelas bahwa menunjuk Seung Ho dan menyuruhnya untuk mengerjakan soal di papan tulis hanya akan mempermalukannya. Benar, ia salah berhadapan dengan Seung Ho si bocah jenius dari keluarga Yoo. Semua anak keluarga Yoo terkenal cerdas. Yoo Jong Ki kakak Seung Ho juga alumni Seoul Art High School tapi ia bisa di terima di jurusan kedokteran di Seoul National University. Mereka memang terkenal dengan Gen Superior.

Bel kelas berbunyi menandakan bahwa pelajaran selesai.

Seung Ho lekas keluar, di taman ia berpapasan dengan Myungsoo.

“Myungsoo’ya…”panggil Seung Ho sambil menarik 1 tangan Myungsoo.

Myungsoo menatap tajam mata Seung Ho seakan mengatakan lepaskan tanganku. Seung Ho pun melepaskan tangan Myungsoo.

“Apa maksud perkataanmu sebenarnya Myungsoo’ah” tanya Seung Ho dingin menatap Myungsoo.

“Kau tau, aku sudah cukup lama mengaguminya. Anni aku mencintainya. Tapi sayang, ia justru memilih namja sepertimu dan memberikan seluruh hatinya untuk namja yang bahkan melihatnya saja tidak. Yang namja itu lakukan justru menyakiti dan melupakannya” ucap Myungsoo dengan emosi.

Seung Ho terus saja menatap tajam mata Myungsoo sambil berusaha mencerna setiap kata yang dikeluarkan oleh Myungsoo.

“Jika sampai ia pergi mungkin kau baru sadar bahwa kau melakukan kebodohan yang sangat besar YOO SEUNG HO” ucap Myungsoo sambil menegaskan kata YOO SEUNG HO.

Setelah itu Myungsoo meninggalkan Seung Ho yang terpaku. Ia terus berfikir apa yang diucapkan Myungsoo barusan.

Tiba-tiba Key menghampirina.

“Seung Ho’ah….Gweincana?” tanya Key khawatir karena melihat wajah Seung Ho yang mendadak pucat sehabis berbicara dengan Myungsoo.

“Bum’ah….apa aku melakukan kesalahan? Apa menjauh dan melupakan Jiyeon adalah suatu kesalahan yang besar?” tanya Seung Ho tiba-tiba membuat Key bingung. Seketika itu lutut  Seung Ho terasa lemas,hingga ia pun jatuh terduduk.

“Ya…. Ada apa sebenarnya. Ayo cepat bangun jangan seperti ini Seung Ho’ya” ucap Key bingung yang melihat Seung Ho tiba-tiba mengeluarkan airmata.

“Hatiku terasa sesak Bum’ah…. sakit…” ucap Seung Ho yang makin terisak. Key semakin bingung dengan keadaan Seung Ho yang mendadak aneh.

“Ya….Seung Ho’ya…. jangan menangis… kau Namja” ucap Key sambil mengguncang tubuh Seung Ho.

“Bum’ah…”ucap Seung Ho ditengah isakannya. Key pun langsung memeluk sahabat baiknya itu. Ia tau kini Seung Ho dalam kebingungan besar terhadap cintanya. Key tau betul selama ini hati Seung Ho hanya diisi oleh satu yeoja. Yeoja masa kecilnya yang bernama Yeonna. Yeoja yang tak pernah bisa dilupakan Seung Ho. Hingga muncul Park Jiyeon, yeoja yang membuat perasaan Seung Ho bercampur aduk, cinta ? mungkin itu yang sebenarnya dirasakan Seung Ho sahabatnya. Ia tau jelas sifat sahabatnya itu, namja yang tak pernah ragu atas perasaannya kini mulai ragu. Ia tau rasanya, bagaimana rasa mengikari sebuah cinta yang jelas-jelas hadir dalam hatinya.

 

@Seoul National Hospital

“Annyeong, bagaimana keadaanmu Jiyeon’ssi?” tanya dokter Kim tiba-tiba.

“Hm….aku sudah terasa baikkan Dok” jawab Jiyeon.

“Ah… baguslah” ucap Dokter Kim sambil tersenyum.

“Dokter Kim, boleh aku bertanya?” ucap Jiyeon ragu.

“Ne, silakan Jiyeon’ssi mau bertanya apa?” tanya Dokter Kim

“Apakah penyakitku adalah penyakit yang parah? Apakah aku akan mati? Tolong jawab yang sejujurnya” ucap Jiyeon sambil menahan airmatanya yang sudah hampir turun.

“Hm, Jiyeon’ssi sebenarnya…”ucap Dokter Kim menggantung.

“Tolong jawab yang sebenarnya dok?” ucap Jiyeon.

“Baiklah, penyakitmu memang penyakit yang dikatakan cukup parah. Penyakit ini merupakan penyakit langka yang perbandingan untuk menderitanya 1:1000.000 orang” ucap Dokter Kim

“Dan aku adalah 1 orang itu Dok” ucap Jiyeon memotong jawaban Dokter Kim.

“Mianhae Jiyeon’ssi” ucap Dokter Kim lirih.

“Tapi penyakit itu tidak berarti bahwa tidak dapat disembuhkan total. Di Amerika ada 1 pengobatan yang berhasil dapat menyembuhkan penyakit seperti yang diderita anda” ucap Dokter Kim lagi.

“Berapa persen kemungkinan berhasilnya Dok? 35%?10%? aku tak ingin menyia-nyiakan sisa hidupku untuk pengobatan yang belum tentu berhasil” ucap Jiyeon kemudian melepas jarum infusnya.

“Ya, Jiyeon’ssi apa yang kau lakukan? Kau belum sehat betul” ucap Dokter Kim.

“Aku tak mau menghabiskan sisa hidupku di rumah sakit. Aku ingin ke sekolah….” ucap Jiyeon seraya membungkukkan badan kemudian meninggalkan rumah sakit.

 

@Taman sekolah

“Ehem…” ucap Key seraya berdehem.

“Key, Annyeong” ucap jiyeon tersenyum.

“Annyeong … bukankah kau harusnya masih di rumah sakit ?” tanya Key.

Jiyeon hanya menggelengkan kepalanya. Seolah mengatakan tidak pada Key.

“Jiyeon’ah… boleh aku bertanya sesuatu?” ucap Key ragu.

Jiyeon mengangguk dan beralih menatap Key.

“Apa kau mencintai Seung Ho?” tanya Key hati-hati.

Hening, Jiyeon tak menjawab pertanyaan Key. Satu sama lain tak mengucapkan apapun. Hingga tiba-tiba Key memecah keheningan itu.

“Sudahlah… aku hanya bercanda Jiyeon’ah” ucap Key sambil melempar senyuman manis kearah Jiyeon.

“Aku memang mencintainya Key” ucap Jiyeon berhasil membuat Key diam dan senyumannya memudar.

“Aku sangat mencintainya….sejak dulu aku selalu mencintainya, mencintainya tanpa tau bahwa cintaiku padanya hanya akan membuatku sakit Bum’ah” ucap Jiyeon lirih sambil meneteskan airmata.

“Babo yeoja…jangan cengeng seperti itu. Memang kalau kau menangis itu bisa membuatnya membalas perasaanmu” ucap Key sambil memukul pelan kepala Jiyeon.

Jiyeon hanya tersenyum kecil dan mengahapus airmatanya, ia sadar menangis takkan membuat Seung Ho mencintainya.

“Dia … mencintaiku?” batin Seung Ho yang ternyata sejak tadi ada di belakang pohon dekat tempat Key dan Jiyeon mengobrol. Kontan ia mendengar seluruh percakapan mereka.

Hatinya berdegub kencang, keringat dingin keluar dari tubuhnya. Ia merasa lututnya lemas ketika mendengar ucapan Jiyeon tadi. Ia hanya terus berjalan melewati koridor demi koridor sekolah. Bahkan ketika yeojachingunya memanggil namanya ia tetap berjalan lurus tanpa menoleh. Ia seperti mayat hidup, ia masuk ke kamar mandi namja. Dan menangis keras. Tidak biasanya seorang Yoo Seung Ho menangis karena yeoja yang bukan siapa-siapa baginya. Namun ini terjadi, ia menangis akibat Jiyeon. Yeoja yang jelas-jelas bukan siapa-siapa untuknya bukan yeojachingunya ataupun keluarganya.

Akhirnya Seung Ho keluar dari kamar mandi namja dan menuju kelas. JiEun yeojachingunya khawatir begitu melihat wajah namjachingunya yang pucat dan mengeluarkan banyak keringat.

“Oppa, waeyo?” tanya JiEun khawatir

Seung Ho hanya diam.. Ia tidak memberikan respon apapun terhadap pertanyaan yeojachingunya itu. Kemudian tiba-tiba Seung Ho jatuh tergeletak di lantai. Semua siswa langsung mengerubungina. JiEun terlihat panik sekali sambil terus berteriak memanggil nama Seung Ho

“Oppa….Seung Ho oppa bangun….” teriak JiEun.

Siswa laki-laki langsung mengangkat Seung Ho menuju UKS. Di lorong kelas Jiyeon dan Key berpapasan dengan para siswa yang sedang mengangkat Seung Ho. Sontak Key langsung menarik tangan Krystal dan bertanya.

“Ada apa dengan Seung Ho?” tanya Key.

“Entahlah, aku juga tak mengerti tiba-tiba oppa jatuh pingsan begitu masuk ke kelas” jawab Krystal dengan nada khawatir.

Jiyeon mendadak langsung lemas dan nyaris terjatuh, namun Myungsoo berhasil menahan tubuh Jiyeon sehingga tidak terjatuh.

“Gweincana?” tanya Myungsoo pada Jiyeon.

Jiyeon hanya menggeleng kepala menandakan ia baik- baik saja namun tubuhnya masih dalam pelukan Myungsoo.

Key dan Krystal kaget melihat kedekatan Myungsoo dengan Jiyeon.

Jiyeon yang merasa dipandangi dengan tatapan aneh oleh Key dan Krystal pun langsung melepas pelukan tangan Myungsoo.

“Mian…” ucap Jiyeon pada Myungsoo.

“Ah… anni…” jawab Myungsoo gugup.

Akhirnya Key berhasil menyadarkan keadaan yang tidak enak itu dengan mengatakan lebih baik melihat keadaan Seung Ho. Dan mereka pun bergegas menuju UKS.

∞∞∞∞∞∞∞

“Hoya…ada apa denganmu? Kenapa kau menjadi secengeng ini?” tanya yeoja kecil yang tak lain adalah yeonna.

“Aku menghilangkan sesuatu Yeonna….sesuatu yang berharga untukku” ucap Hoya.

Yeoja kecil itu hanya tersenyum dan terus memandang dalam mata Hoya.

“Hoya… yakinlah dengan apa yang kau rasakan, aku yakin rasa itu tak pernah salah. Mungkin aku masih kecil. Tapi eomma selalu mengatakan padaku, bahwa apa yang dirasakan didalam sini tak pernah salah” ucap Yeonna sambil memegang dadanya seolah menandakan hati tak pernah salah.

“Yeonna….”teriak Seung Ho bangun dari pingsannya.

“Oppa, kau baik-baik saja?” tanya JiEun khawatir yang langsung menyentuh wajah Seung Ho. Namun tangan itu justru ditepis keras oleh Seung Ho.

“Pergi … tinggalkan aku sendiri. Aku ingin istirahat” ucap Seung Ho dingin.

Tanpa sadar merasa diperlakukan tidak adil atas sikap Seung Ho yang menjadi aneh JiEun keluar UKS sambil menangis. Jiyeon, Key, Myungsoo dan Krystal yang hendak masuk kaget melihat JiEun yang keluar dengan menangis.

Jiyeon pun langsung mengejar JiEun.

“JiEun’ah ….wae?” tanya Jiyeon sambil menarik tangan JiEun

JiEun mengahapus airmatanya sekilas. Kemudian ia memeluk erat Jiyeon dan menangis tersedu-sedu tanpa memeberi jawaban atas pertanyaan Jiyeon. Namun Jiyeon paham, pasti ada pertengkaran ataupun masalah antara JiEun dan Seung Ho.

“Apa kau ada masalah dengan Seung Ho?” tanya Jiyeon memulai pembicaraan.

JiEun mengangguk pelan.

“Masalah apalagi bukankah mengaku-ngaku menjadi Yeonna harusnya berhasil menaklukkan Seung Ho?” tanya Jiyeon

 

*Flashback

@Taman belakang sekolah

“Jiyeon, bisakah kita bicara sebentar?” tanya JiEun

Jiyeon mengangguk dan mempersilakan JiEun duduk disampingnya sambil terus memandang hamparan bunga crysan yang menjadi bunga favoritnya. Crysan bunga yang mengartikan
Kegembiraan, cinta, kasih sayang, persahabatan dan rahasia.

“Bolehkah Seung Ho menjadi milikku?” tanya JiEun yang berhasil membuat Jiyeon terdiam. Hatinya jelas terluka ketika mendengar ucapan sahabatnya itu. Sahabat yang meminta namja yang jelas-jelas ia sangat sukai dan merupakan cinta pertamanya.

“Ma..k…sud mu apa JiEun’ah?” tanya Jiyeon putus-putus.

“Aku menginginkannya Jiyeon… aku mohon berikan ia untukku” pinta JiEun memohon  dengan wajah yang membuat Jiyeon tak mampu menolaknya.

“Kenapa kau meminta itu padaku, aku bukanlah gadis yang Seung Ho suka” ucap Jiyeon berusaha mengendalikan dirinya agar tidak menangis.

“Karena kau adalah Yeonna. Yeoja kecil sahabat baik Seung Ho waktu taman kanak-kanak. Mungkin Seung Ho tak mengingatmu karena ketika Sekolah Dasar dan SMP ia harus meninggalkan Korea. Tapi aku tak pernah lupa Jiyeon’ah sosok yeoja yang berhasil membuatku iri dan menangis melihat kedekatanmu dengan namja yang amat kusukai sejak TK” ucap JiEun yang membuat Jiyeon semakin tak mampu berkata-kata.

“Lantas apa yang bisa membuat Seung Ho beralih kepadamu JiEun’ah? Aku tak tau caranya?” jawab Jiyeon lemah.

“Biarkan aku mengaku menjadi Yeonna dan kau harus tutup mulut dan merahasiakannya bahwa aku bukanlah Yeonna” ucap JiEun berhasil membuat Jiyeon diam.

Jiyeon bagai tersambar petir. Hal yang paling ia ingin katakan kepada Seung Ho kini justru harus dirahasiakan dan ditutupi.

“Jiyeon’ah ….. kumohon. Aku tak pernah mencintai namja seperti mencintai Seung Ho. Walau aku pergi ke Canada aku tetap terus memikirkan dan mencintainya. Tak pernah sedikitpun aku melirik atau menanggapi pria lain… kumohon Jiyeon’ah?” ratap JiEun

Jiyeon terdiam. Otaknya mengizinkan JiEun melakukan hal itu. Tapi hatinya menolak, karena ia sadar betul bahwa hatinya hanya milik Seung Ho dan tak mungkin ia memberikan namja yang paling ia cintai untuk orang lain. Namun otaknya juga berfikir jika ia membiarkan Seung Ho menjadi miliknya maka ia akan tersiksa karena memiliki yeoja yang hanya bisa menyusahkan dan tidak sederajat dengannya.

Akhirnya Jiyeon menyetujui permintaan JiEun. Jelas kegembiraan terlihat jelas dari wajah JiEun yang kemudian pergi meninggalkan Jiyeon diam. Jiyeon yang pertahanannya mulai runtuh tak dapat membendung airmata yang sejak tadi ia tahan. Mungkin otaknya menyetujui permintaan JiEun tapi hatinya terasa teriris, rasa sesak dan sakit menjulur keseluruh tubuhnya. Isakan yang semula kecil kini menjadi isakan keras yang melambangkan kesakitan luar biasa pada diri Jiyeon.

*Flashback end

∞∞∞∞∞∞∞

“Memang awalnya tidak pernah ada masalah sampai akhirnya kau mulai masuk lagi ke dalam kehidupannya mengacaukan segalanya P.A.R.K J.I.Y.E.O.N” ucap JiEun sinis sambil mengeja nama Jiyeon dengan jelas.

“Bukankah menjadi Yeonna sudah cukup untuk mendapatkan Seung Ho lantas kenapa kau sekarang menyalahkan aku lagi JiEun’ah? Apakah masih kurang kau mengambil ia dariku?” ucap Jiyeon yang mulai terpancing akibat kata-kata JiEun yang menyakitkan.

Hening sesaat. JiEun tak membalas ucapan Jiyeon, sedang Jiyeon masih terus mengatur dan mengontrol emosinya yang mulai terpancing oleh kata-kata JiEun.

“Mian… aku tau aku salah telah mengambilnya darimu . Hal itu semua karena keegoisanku yang begitu ingin memilikinya dan menjadikannya ia milikku satu-satunya walau aku tau jelas hatinya hanya untukmu YEONNA..” ucap JiEun Lirih.

Jiyeon yang mendengar ucapan JiEun pun ikut merasakan kesakitan hati JiEun.

“Mian, seharusnya aku tidak menyetujui permintaanmu dulu. JiEun ingatlah… Seung Ho hanya sedang bimbang, aku tau ia sangat mencintaimu jadi jangan pernah menyerah dan yakinlah bahwa ia hanya milikmu” ucap Jiyeon sambil menatap mata JiEun dalam.

“Yeon’ah…kenapa kau melakukan ini untukku? Bukankah kau sangat mencintainya?’ tanya JiEun.

“Mencintanya hanya ilusi untukku, mencintaiku hanyalah penderitaan untuknya. Melupakanku itu adalah hal yang terbaik untuknya daripada luka yang semakin dalam jika ia terus mencintaiku” ucap Jiyeon lirih.

Diam… JiEun terus berusaha mencerna setia kata yang keluar dari mulut Jiyeon. Ia bergetar mendengarnya, kenapa ada yeoja yang mau memeberikan namja yang belasan tahun ia cintai dan mencintanya justru ia berikan untuk orang yang jelas-jelas jahat dan menyakitinya.

Jiyeon tersenyum menatap JiEun dan berkata “ Lebih baik kau kembali menjaga Seung Ho, nanti kasihan Seung Ho tak ada yang menemani”.

“Ne… gomawo Yeon’ah” ucap JiEun sambil mengelus tangan Jiyeon lembut dan pergi meninggalkan Jiyeon.

Seperginya JiEun pun airmata Jiyeon yang sejak tadi ia tahan pun runtuh tak dapat terbendung lagi. Namun tiba-tiba seseorang datang.

“Yeoja pabbo….” ucap Key sambil menjitak kepala Jiyeon.

Jiyeon kaget melihat Key yang ada di depannya tiba-tiba.

“Kalau tak mampu menanggungnya, harusnya kau bercerita padaku…. Apa kau tak menganggapku sebagai temanmu HAH?” tanya Key yang berhasik membuat Jiyeon tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu.

Dari kejauhan seorang yeoja memandangi mereka. Memandangi setiap hal yang dilakukan Jiyeon dan Key. Kecemburuan jelas terpancar dari wajah yeoja itu. Ia tau jelas ia merasakan hatinya terasa sakit.

“Aku tau kau menyukainya, kau selalu ada untuknya. Kau selalu melindunginya. Dan aku sadar kau tak mungkin mencintaiku… Anni mungkin memandangku saja kau tak pernah” batin Krystal lirih.

Ya, Jung Krystal yang semua orang taunya ia adalah fans no. 1 Seung Ho. Namun ternyata yang ia sukai justru Key, namja yang selalu bertengkar dengannya. Krystal mulai menyukai Key sejak kejadian ketika Key menyelamatkannya dari sunbae-sunbae di Sekolahnya yang ingin mencium Krystal. Sejak itu ia mulai jatuh cinta dengan Key. Namun ia tahu mendekati Key sangat sulit karena Key selalu bersama Seung Ho dan sangat sanyang dengan chingunya itu. Ia berfikir dengan menjadi fans Seung Ho maka ia bisa mendekati Key. Itu memang benar, namun yang terjadi justru pertengkaran dan terus pertengkaran yang membuat Krystal befikir Key membencinya. Dugaannya Krystal pun semakin kuat akibat Key yang terlihat mencintai Jiyeon.

 ∞∞∞∞∞∞∞

@ 2 minggu kemudian

Melepaskannya mungkin adalah jalan yang menyakitkan untukku dan untuknya namun itu lebih baik dari pada aku hanya akan menjadi beban hidupnya menjadi beban eomma dan eonni itu sudah cukup berat untukku. Apalagi menjadi beban orang yang paling aku cintai.

Yoo Seung Ho, sejak kecil aku selalu bermimpi akan menjadi kekasih bahkan istrimu. Aku selalu menunggu kepulanganmu dari Amerika. Tak terfikir kalau akhirnya  justru seperti ini, melihatmu menderita akibat kebohonganku…. mianhae…. aku hanya gadis penyakitan yang akan segera mati. Gadis yang tak mungkin membuatmu bahagia. Seung Ho’ya…. Saranghae….

“Jeongmal Sarangheyo….” ucap Jiyeon dalam hati sambil terus memandangi awan-awan berwarna putih yang menutupi cerahnya matahari. Ne, penerbangan menuju Inggris sedang dilakukan Jiyeon. Ia melakukan pengobatan penyakitnya ke Inggris atas anjuran Dokter Kim ayah Myungsoo. Namun tak ada yang mengetahui kepergiannya kecuali eomma, eonni dan namja yang kini ada disebelahnya. Ia sengaja merahasikannya agar ia tak perlu mengucapkan salam perpisahan kepada teman-temannya terutama pada Seung Ho. Mengucapkan salam perpisahan kepadanya justru akan mengendurkan semangatnya untuk pergi ke Inggris. Ia tak mau membuat Seung Ho semakin terluka akibat kebohongannya. Ia ingin Seung Ho membuka lembaran baru dengan orang lain tanpa harus menunggu dirinya yang tak tau apakah bisa sembuh atau tidak dari penyakitnya.

“Kau sedang memandang apa?” tanya namja disamping Jiyeon.

“Aku…memandang awan itu…” jawab Jiyeon singkat.

“Lebih baik kau tidur, perjalanan kita jauh aku takut kau akan kelelahan nanti” ucap namja itu mencemaskan Jiyeon.

“Anni, Myungsoo’ah… Gomawo” ucapnya tersenyum

“Kenapa harus terima kasih? Aku tak melakukan apapun untukmu?” tanya namja yang dipanggil Myungsoo itu.

“Anni…gomawo…gomawo…jeongmal gomawo” ucap Jiyeon sambil tersenyum.

Ne…. kini Jiyeon pergi menuju negara yang ia harapkan dapat menyembuhkan penyakitnya. Penyakit langka yang membuat hidupnya menderita dan harus mengorbankan cintanya….

Namun kini ia tau ada namja yang selalu ada untuknya walau mungkin dulu hanya bisa memandanginya dari belakang. Namun kini namja itu selalu ada untuknya. Walau Myungsoo tau bahwa hati Jiyeon masih hanya untuk Seung Ho namun ia yakin Jiyeon akan mencintainya suatu saat nanti.

*THE END

 

Kyakkkk pasti kalian marah sama aku…

Kenapa akhirnya ga jelas?

Alurnya mendadak cepet….?

Dan Gimana nasibnya Seung Ho? Krystal Key?

 

Mianhae…..aku niatnya mau buat Sequel ff ini kalau responnya bagus.

Karena dari part 1 au dah janji akan namatin di part 8 maka aku habiskan di part ini kisah mereka. Namun karena semuanya masih gantung dan ga jelas…. aku niat aku niat…yeahh buat seri berikutnya….

 

Semoga kalian ga akan bosan…

Sampai ketemu lagi 

 

Tapi aku akan cek pendapat kalian dulu…

Gomawo udah selalu menunggu ff geje ini 

13 thoughts on “Prince Ice Look at Me, Please part 8

  1. Annyeong…. FF ini ku dah baca di PJYFF, tp ∂ķΰ mau jadi reader di blog ini juga…

    Cerita nya masih gantung thorrr…butuh sequel niyyy… Buatin ya thorrrr

    Gomawo #bow

  2. Yak! Gantuuuung! Eonni tanggung jawab! *ngasah parang nih eon.
    “Aku memang mencintainya Key” kalo gak salah harusnya gini, Eon. “Aku memang mencintainya, Key” tapi kalo versi Dev mah gini. “Aku mencintaimu, Key.. Sangat. Please comeback, Babe.” #PLAK

  3. ahh eoniie bikin sequel’y yya,, kan sayang bbggt kloo ff sebagus ini ending’y harus ngegantung kaya beginii,, jeball bikin yya eoniie,,.aku akan selalu menunggu kkelanjutannya,, hwaiting eoniie,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s