Everlasting Friend


 

Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti Lomba Menulis yang  diadakan Penerbit Haru.

Info: penerbitharu.wordpress.com

^_^

Author : Dwi Sari Nastiti (Han Yoo Ri)

Musim gugur kini telah menyapaku. Musim favoritku yang tak pernah bisa kunikmati di Indonesia. Kukencangkan kancing jaket ketika angin mulai merasuk kedalam tulang dan membuat lapisan kulitku terasa beku sesaat. Pagi ini seperti biasa dimulai dengan melangkahkan kaki kecilku menuju kampus kebangganku, Yeongnam University. Kampus yang sejak dulu menjadi impianku, dan kini akhirnya aku dapat menimba ilmu di tempat ini. Miry Althafunnisa itulah namaku, gadis Indonesia yang memperoleh beasiswa di Korea.

Miry ‘ya Palli[1]…”ucap sahabatku yang bernama  Han Yoo Ri, gadis Korea asli yang memiliki kepribadian unik, mudah panik dan penakut karena dia adalah seorang perfectionist[2]. “Ne, Yoo Ri’ah” jawabku pelan.

Bruk… suara keras tubrukan terdengar.

Mianhae[3]….aku tak sengaja” ucapku mulai panik karena semua bukunya berserakan akibat bertabrakkan denganku. “Ne, tak apa” ucapnya tersenyum. Itu saat pertama kalinya aku melihat pria setampan dan sebaik ia. Namun aku lupa menanyakan namanya. Ia malah berlalu begitu saja setelah memunguti buku-bukunya. “Ya…jangan melamun, kita sudah telat kuliah Profesor Lee” teriak Yoo Ri yang menyadarkanku.

Aku dan Yoo Ri pun bergegas menuju kelas. Sesampainya di kelas semua mata menatapku tajam seolah singa yang hendak menerkam mangsanya. Rasisme, itu hal biasa yang terjadi pada mahasiswa internasional sepertiku. Banyak yang bilang warga Korea itu ramah-ramah , namun tak sedikit pula orang-orang yang masih membenci mahasiswa sepertiku.  Langkah ini terhenti ketika sambutan hangat dari kaki yeoja[4] yang bernama Yoon Hee berhasil membuatku jatuh tersungkur dan seisi kelas pun menertawaiku, namun aku lekas bangun kemudian berkata “Gomawo Yoon He’ah untuk pagi ini karena kau telah berhasil membuatku menjadi orang yang membahagiakan teman-teman dikelas” ucapku sambil mengulaskan senyuman termanis yang kumiliki. Gadis itu langsung membulatkan matanya dan menarik lengan bajuku. “Heigadis Indonesia, sombong sekali sikapmu. Kau hanya menumpang hidup di negara kami jadi jangan sombong” ucapnya dengan lantang membuat seisi kelas memperhatikan kami. “Mianhae..jika dari ucapanku ada yang salah, aku tak bermaksud apapun. Tapi satu hal yang perlu kau ingat Lee Yoon Hee, aku bukan gadis sombong seperti yang kau kira. Aku mungkin mahasiswi internasional yang menuntut ilmu di Negeri-mu, tapi aku juga tidak gratis kuliah disini. Negaraku membayar 3x lebih mahal daripada yang kau bayar dan tak sadarkah kau bisa kuliah karena subsidi dari kami para mahasiswi internasional” ucapku lantang sambil menatapnya tajam. Seisi kelas terperangah dengan ucapanku. Mungkin terdengar kasar tapi itu lebih baik daripada mereka hanya menganggapku sebagai gadis perantau yang sombong. Aku pun lekas melepaskan tanganku dari pegangan tangan gadis sombong itu.

Aku berjalan tanpa menatap teman-temanku di kelas, berusaha sekuat tenaga menahan bulir-bulir airmata agar tak jatuh, namun nihil. Bulir-bulir itu jatuh dari sudut mataku, dan aku lekas menghapusnya agar tak membuat Yoo Ri cemas. Yoo Ri memang sahabatku satu-satunya yang selalu mengerti dan tidak pernah sekalipun menghinaku, seorang gadis kaya yang baik dan mau berteman denganku yang jelas-jelas mahasiswa yang hanya bermodalkan beasiswa. Namun tak pernah sedikitpun terfikir dalam benakku berteman dengan Yoo Ri hanya karena hartanya. Aku berteman dengan Yoo Ri karena ia mau menjadi sahabatku. Menurutku makna persahabatan bukan hanya tentang diri kita menerima orang lain, tetapi juga membiarkan diri kita diterima orang lain. Yoo Ri mau menerimaku, menerima segala kekurangan dan segala watak kerasku.

“Miry’ah… orang lain boleh mengejekmu tapi aku akan berusaha menutup telingamu hingga kau tak mendengar lagi ucapan-ucapan mereka” ucap Yoo Ri yang membuatku terharu. “Gomawo[5] Yoo Ri’ah…” ucapku dengan lembut.

Disini aku memiliki cinta dari sahabatku, tempat dimana aku mampu membagi keluh kesahku. Sahabat terbaik yang selalu ada dan selalu mendukungku. Terima kasih Han Yoo Ri kau akan selalu menjadi sahabat terbaikku.

                                                                                                            *The End


[1] Miry cepatlah(bahasa Korea)

[2] Sempurna

[3] Maaf

[4] Perempuan/gadis

[5] Terima kasih

2 thoughts on “Everlasting Friend

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s