BLACK DAY (Chapter 2&3)


Gambar 

Author             : Han Yoo Ri (@uwiechan92)

Cast                 : Park Jiyeon, Kim Myung Soo,Bae Suzy dll

Genre              : Sad-Romance, Angst, and friendship

Length             :  Chapter 3 until ?

Rating             : PG 16

2013© 100% made by Han Yoo Ri

Inspired original  my imagination & I made this original FanFiction.

Please DON’T PLAGIATOR and DON’T Silent Reader

∞∞∞∞∞∞∞

*Preview

Dia memang selalu cantik bagaimanapun gayanya.

Tiba-tiba Sungyeol masuk ke kamar ku .

“Ya Yeolli’ah tak bisakah kau masuk kamarku dengan mengetuknya terlebih dahulu” teriakku keras.

“Ne…ne mianhae Kim Myungsoo. Sebegitu marahnya kau padaku. Ahh ini isi kado dari Jiyeonnie” ledek Sungyeol.

“Mwo? Jiyeonnie?” teriakku.

“Eoh…J.I.Y.E.O.N.N.I.E” ucap Sungyeol meledekku.

*Pletak…… aku memukul kepala Sungyeol.

“Ya…Appo” rintih Sungyeol.

“Jangan pernah panggil Jiyeon dengan Jiyeonnie. Arrachi!!” bentakku keras.

“Ne Ne aku paham Kim Myungsoo” Sungyeol sambil tertawa.

“Ini kado dari Suzy dan IU” ucap Yeolli padaku

“Ne gomawo Yeolli’ah” ucapku pelan.

“Jangan terlalu menunjukan kamu menyukainya L, aku takut kau dan dia yang akan terluka” ucap Sungyeol.

Aku paham dan tau jelas kenapa Yeolli mengatakan hal itu. Lee Jung Yeop CEO kami memang sangat ketat terhadap kami. Ia terlalu takut kejadian Tablo hyung terulang pada kami oleh sebab itu INFINITE sangat dijaga. Bahkan CEO-nim selalu menanyakan, anni lebih tepatnya mengintrogasi kami masing-masing. Maka dari itu kami selalu bebas dari skandal yang berbahay untuk popularitas kami.

“Aku paham Yeolli’ah… Gomawo sudah mengingatkanku” ucapku pada Yeolli yang kemudian meninggalkanku sendiri di kamar.

Myungsoo POV end

*Preview end

∞∞∞∞∞∞∞

 

Author POV

@Dorm T-ara

“Jiyeonnie… hari ini kita ada jadwal interview di MBC cepat bangun” teriak EunJung.

“Ahhh aku masih mau tidur eon..” rengek Jiyeon.

“Aishhh Palliwa Jiyeonnie… Kita tidak boleh telat” teriak Eunjung sambil menarik tubuh Jiyeon.

“Andwee” rengek Jiyeon.

“Ahhh aku hampir lupa mengatakan padamu Jiyeonnie, hari ini kita interview bersama INFINITE!” ucap EunJung.

“Mwo??” teriak Jiyeon.

“Ne kita memang akan interview bersama INFINITE, 2PM , Miss A dan SHINEE” jelas EunJung.

“Kenapa eonni tidak bilang dari tadi” gerutu Jiyeon yang langsung bangun dari tempat tidurnya dan berlari menuju kamar mandi.

“Dasar Jiyeonnie kalau sudah menyangkut INFINITE pasti langsung heboh” ucap EunJung sambil tertawa puas.

@Dorm INFINITE

“Aish hyung kau lelet sekali sih” teriak L pada Sunggyu.

“YAAA Kim Myungsoo berhenti mengomel !!! Sejak pagi kau tak berhenti-henti mengomel dan menyuruh kami cepat-cepat saja” ucap Sunggyu.

“Mianhae hyung, aku hanya tidak ingin terlambat datang ke MBC interview” ucap Myungsoo lemah.

“Hahahahahaha Gyu hyung, mengertilah Myungsoo kita ini sudah tak sabar melihat gadisnya makanya ia bersikap seperti itu pada kita” ledek Hoya.

“Hah? Memang siapa gadis Myungsoo?” tanya Sunggyu heran.

“Ya Lee Ho Won jaga mulutmu!!” teriak Myungsoo.

“Hahahaha Ice Prince mengamuk” ucap Hoya.

L menatap Hoya dengan tatapan membunuh.

“Sudah…sudah ayo kita berangkat!!” perintah Yoran manager INFINITE.

Semua member INFINITE pun lekas menuju van mereka dan berangkat menuju studio MBC. Sepanjang perjalanan van begitu tenang, masing-masing member sibuk dengan lamunannya dan musik yang mereka dengarkan sendiri-sendiri.

30 menit kemudian akhirnnya van INFINITE sampai di depan stasiun tv MBC. Mereka pun segera turun dan diikuti Yoran hyung dibelakangnya.

“Hyung, hari ini kita interview berapa lama?” tanya Woohyun.

“Sekitar 2 jam, wae Woohyun’ah?”tanya Yoran hyung.

“Anni hyung, aku ada janji jadi aku takut terlambat” ucap Woohyun.

INFINITE member pun lekas menuju ruang artis yang didalamnya sudah ada member SHINEE, 2PM, MISS A dan T-ARA minus Suzy Jiyeon. L terus mencari Jiyeon di ruangan itu.

“Mencari siapa Myungsoo’ah?” tanya Junho.

“Ah hyung, aku tak mencari siapapun” jawab Myungsoo gugup.

“Jangan berbohong padaku, aku sudah kenal kau sejak sebelum kau debut” ucap Junho sambil memukul kepala Myungsoo.

“Appo hyung..” ucap Myungsoo sambil mengerucutkan bibirnya.

“Aku tau siapa yang kau cari. Nappeum namja” ucap Junho lagi.

“Hyung….” rengek Myungsoo.

“Aish, anak ini benar-benar seperti anak kecil. Gaya saja kau sok cool aslinya cengeng sekali” ledek Junho

“Hyung sekali lagi kau mengataiku” anncam Myungsoo dengan tatapan tajamnya.

“Kau berani mengancamku?” ucap Junho balik mengancam.

“Anni hyung” ucap Myungsoo tersenyum seketika membuat Junho tertawa keras.

Tak lama Suzy dan Jiyeon masuk ruang artis. Suzy langsung menghampiri Junho dan L.

“Oppa kado dariku sudah kau terimakan?” tanya Suzy sambil menggelandut (?) di bahu Myungsoo.

“Eoh.. sudah aku terima Suzy’ah. Gomawoyo…” ucap Myungsoo sambil melepaskan tangan Suzy dari pundaknya.

Jiyeon hanya melihat dari pinggir pintu dan tetap diam, ia berusaha kuat menahan rasa sakit dan tangisannya. Nickhun mulai mengahampiri Jiyeon.

“Jiyeonnie waeyo?” tanya Nickhun khawatir melihat tingkah Jiyeon.

“Anniyo oppa, aku hanya sedikit mual” jawab Jiyeon. Itulah Jiyeon ketika ia mulai stress atau terlalu memikirkan sesuatu dengan keras ia akan mual dan penyakit lambungnya menjadi kambuh.

“Jangan bilang penyakit lambungmu kambuh lagi?” tanya Nickhun panik.

“Tidak oppa aku hanya mual saja” jawab Jiyeon.

“Lebih baik kau minum obatmu sekarang!! Jangan tunggu sampai sakitmu kambuh” perintah Nickhun.

Jiyeon pun menuruti perintah Nickhun mengambil obatnya dan segera meminum obat itu. Dari kejauhan Myungsoo terus memperhatikan dua pasang manusia yang sibuk saling memperhatikan satu sama lain itu.

“Oppa tenang saja, aku kan sudah minum obatku jadi aku pasti kuat” ucap Jiyeon menenangkan Nickhun.

“Tapi kalau perutmu mulai sakit lagi kau harus bilang pada oppa” perintah Nickhun.

“Sudahlah hyung… Jiyeonnie pasti tau kalau badannya bermasalah. Jadi percayalah pada dongsaengku ini” ucap Junho berusaha menenangkan Nickhun.

“Ya sudah, aku ke kamar mandi dulu kau bersama Junho dulu yah?” perintah Nickhun. Nickhun memang bukan siapa-siapa bagi Jiyeon. Jiyeon hanya menganggapnya sebagai oppa. Namun perasaan cinta Nickhun pada Jiyeon terlihat jelas dari sikap overprotektifnya.

“Gomawo oppa” ucap Jiyeon pada Junho.

“Cheonma adikku sayang” ucap Junho sambil mengelus lembut ujung kepala Jiyeon.

“Oppa jangan memperlakukan seperti anak kecil…” ucap Jiyeon sambil mengerucutkan bibirnya.

“Kyeopta… Ne, oppa takkan memperlakukanmu seperti anak kecil. Oppa tau kalau yeodongsaeng oppa yang satu ini sudah besar” ucap Junho.

“YA…OPPA!!” teriak Jiyeon sambil memukul bahu Junho keras

Teriakan Jiyeon membuat semua member dari GB & BB seisi ruangan memperhatikan Jiyeon dan Junho.

“Mianhae” ucap Jiyeon sambil membungkukkan tubuhnya.

Myungsoo terus menatap tajam Jiyeon dan Junho yang masih saling bercanda dan terlihat sangat akrab.

“Cemburu?” ledek Sungyeol sambil menepuk bahu Myungsoo.

“Kau, mengagetkanku saja Yeolli. Anni aku tak cemburu, aku hanya iri saja dengan Junho hyung dan semua member idol pria yang bisa akrab dengannya” jawab Myungsoo lemah.

“Jadi sahabatku yang katanya pria tertampan se-Korea ini mundur sebelum berjuang?” ledek Sungyeol.

“Aku bukan mundur Yeolli’ah… aku hanya merasa pesimis saja, gadis sepopulernya apa mungin bisa jatuh cinta denganku?” ucap Myungsoo lirih.

“Hahahaha… Aku baru tau kalau visual kita yang biasanya mengaku pria tertampan se-Korea ternyata hanya seorang pesimis. Berjuanglah sampai kau bener-benar tak mampu Myungsoo’ah” ucap Sungyeol.

∞∞∞∞

#Flashback

*Myungsoo POV

Aku masih ingat jelas ketika masa SMP ku, aku menggunakan kacamata karena eomma selalu mengatakan jangan tunjukan wajah tampanmu kepada orang lain agar kau bisa terlindungi. Aku selalu diperolok dan dihina sepanjang masa SMP ku. Tapi aku masih mampu menahan itu karena appa selalu mengajariku ilmu beladiri sejak aku Sekolah dasar.

SMP aku mampu mendapatkan sabuk hitam. Untuk ukuran anak SMP itu sangat luar biasa, teman teman yang awalnya memperolokku mulai mendekatiku karena mereka tau aku adalah siswa SMP pemenang olimpiade taekwondo nasional. Aku ingat jelas aku dulu melihat seorang gadis yang biasa dipanggil Jiyi oleh gerombolan gadis-gadis populer di SMPku. Dia gadis berkacamata dan selalu dikepang dua. Aku pernah melihatnya dipukuli di pojok gudang sekolah, wajahnya penuh memar dan darah. Aku kasihan dengan gadis itu namun aku tak mampu menolongnya karena aku malas berurusan dengan gadis-gadis sok populer di SMPku.

Mungkin itu yang membuatku semakin tertarik dengan Jiyeon. Setiap kali melihat Jiyeon aku selalu teringat dengan yeoja cinta pertamaku itu yang tak pernah mampu kutolong dan ku raih.

“Myungsoo’ah kenapa kau malah melamun?” tanya SungYeol cukup membuatku tersadar.

“Ah.. anni Yeolli’ah” jawabku cepat.

“Kajja… jangan melamun saja interview akan segera dimulai ayo bersiap” ajak Yeolli sambil menarik tanganku.

*Myungsoo POV end

 

*Author POV

Semua member group INFINITE, SHINEE, 2PM, MISS A dan T-ARA sudah duduk di tempat yang telah disediakan. Acarapun segera dimulai dan live 20 negara.

“Annyeong haseyo…” sapa MC Boom memulai acara diikuti semua member idol group yang ikut serta menyapa penonton.

“Yeoreobun, kita bertemu lagi di edisi special “IDOL GRUP in The WORLD”. Disini ada INFINITE, SHINEE, 2PM, MISS A dan T-ARA. Anyyeong haseyo?” sapa MC Boom.

“Annyeonghaseyo” jawab semua member group.

“Oh’ya aku ingin mengucapkan selamat untuk INFINITE yang baru comeback bulan lalu, dan sukses all kill di seluruh chart, chukkae…” ucap MC Boom.

“Kamsahamnida sunbaenim” jawab seluruh member INFINITE .

“Ah, berbicara mengenai kesuksesan. Tema kita hari ini adalah “Your Dream and Black Memory” ahhh sepertinya mengerikan ketika berbicara tentang memori hitam. Tapi kita akan membahas semuanya disini dimulai dari  siapa yah??”tanya MC Boom.

“Aku…” jawab Jiyeon lantang.

“Ah… Jiyeonnie apakah kau juga memiliki kenangan buruk?” tanya MC Boom lagi.

“Ne, berbicara mengenai mimpi dan kenangan buruk aku juga memiliki. Walau rasanya kenangan buruk itu ingin ku kubur dalam-dalam namun selalu teringat. tapi mungkin kalau aku tidak melewati fase buruk itu aku takkan mampu sampai tahap ini dan mimpiku terwujud” ucap Jiyeon panjang.

Semua member goup yang lain fokus mendengarkan dengan seksama.

“Aku terlahir keluarga yang sangat menyayangiku, eomma selalu men-supportku dalam segala hal. Appa juga selalu memberikan apapun yang ku mau. Oppaku selalu melindungiku. Namun masa sulitku terasa pada masa-masa SMPku. Aku sekolah di SMP yang cukup populer dikalangan trainee idol di Korean. Disana aku berusaha menapaki jalan untuk mewujudkan mimpiku. Aku bukan gadis yang suka berdandan ataupun menghias diri. Saat SMP aku hanyalah gadis cupu berkacamata dan kutu buku. Gadis-gadis populer di sekolahku sering memukuliku hingga memar dan berdarah. Aku hanya bisa menangis dan menahan rasa sakit itu semua karena jika aku mengatakan pada eomma, appa dan oppaku mereka akan menyuruhku pindah dari sekolah dan aku tak mau pindah sekolah. Hampir setiap hari aku menangis di atap sekolahku. Aku memang bukan gadis yang percaya diri, aku tipe yeoja pengecut bahkan sampai saat ini” ucap Jiyeon sambil mengahpus air matanya. Semua member group langsung memberikan tepuk tangan dan membuat semua penonton ikut bertepuk tangan.

“Jiyeonnie, kenapa masa lalu mu buruk sekali?” tanya MC Boom.

“Itu belum seberapa” ucap Jiyeon

#Flashback

“Ya gadis cupu…kemari” teriak seorang yeoja yang tak lain biasa dipanggil Princess.

“Waeyo?” tanya Jiyeon gugup.

“Tasmu baru yah? Lucu sekali. Cepat berikan untukku” teriak yeoja itu.

“Mianhae Princess aku tak bisa memberikannya. Tas ini hadiah dari oppaku” ucap Jiyeon lirih.

“Berisik…cepat berikan” teriak gadis yang tak lain bernama Min yang berada disebelah Princess.

“Ya…cepat berikan” paksa Min.

Tarik-tarikan terjadi antara Jiyeon dan Min hingga tas itu sobek.

“Ayo pergi aku sudah tak butuh tas butut seperti itu” ucap Princess.

Jiyeon hanya bisa menangis melihat tas kesayangannya yang baru saja dibelikan oleh oppanya kini telah sobek berantakan. Semua buku miliknya keluar tak beraturan. Air mata Jiyeon tak bisa dihentikan, hatinya terlalu sakit.

“Kau bisa menggunakan tasku” ucap seorang namja.

“Hari ini aku hanya pelajaran olahraga jadi tak masalah jika kau menggunakannya” ucap namja itu tersenyum manis.

“Jinjayo? Aku boleh menggunakannya?” tanya Jiyeon lagi.

Anggukan kepala dari namja itu cukup untuknya menunjukkan bahwa ia mengizinkannya.

“Gomapseumnida, aku akan mengembalikannya besok” ucap Jiyeon semangat.

“Baiklah besok di taman belakang sekolah jam 4 sore” ucap namja tampan itu.

“Ne..” ucap Jiyeon sambil membalas senyum namja itu.

*Jiyeon POV

Sepertinya aku tak pernah melihat namja tampan tadi?

Sebenarnya siapa dia?

Kurasa ia malaikatku..

Hupt… seudahlah setidaknya ia menolongku.

Tuhan sampai kapan aku harus menjadi seorang pengecut seperti ini?? Kapan aku bisa menang dari Princess. Dan ia berhenti membullyku?

*Jiyeon POV end

∞∞∞∞∞∞∞

“Park Jiyeon coba lihat pr mu?” teriak Princess keras tepat di samping telinga Jiyeon.

“I….ni” jawabku sambil memberikan buku PR Jiyeon.

“Anak baik….” ucap Princess sambil menepuk ujung kepala Jiyeon.

Ketika Princess hendak membawa buku Jiyeon tiba-tiba seorang namja menabraknya.

“Mian….” ucap namja itu.

Princes yang tadinya berniat marah tapi justru diam dan menatap namja itu dengan terpesona.

“Eoh…” ucap Princess gugup.

Namja itu berjalan lurus kebangkunya.

“Kau siapa? Kau tidak sedang salah kelas atau salah bangku?” tanya Princess lagi.

Namja itu hanya diam dan tersenyum manis. Membuat semua yeoja seisi kelas berteriak kagum.

Bahkan Princess melupakan bahwa ia belum menyalin PR Jiyeon. Tiba-tiba Lee sonsaengnim masuk ke kelas.

“Sedang ribut-ribut apa kalian?” tanya Lee sonsaengnim keras.

“Ada murid salah kelas sonsaengnim” teriak Min.

“Siapa Min?” tanya Lee sonsaengnim.

“Itu namja dipojok itu” ucap Min menunjuk arah namja itu.

Lee sonsaengnim memperhatikan namja itu dengan seksama.

“Kim Myungsoo?” tanya Lee sonsaengnim ragu.

“Ne sonsaengnim” ucap Myungsoo sopan sambil menundukkan tubuhnya seraya memberi hormat.

“Mwo??? Kim Myungsoo? Bukankah ia si cupu kacamata?” ucap Min spontan yang langsung ditutup mulutnya oleh Princess.

“Sudah – sudah lebih baik kalian duduk dan jangan ribut lagi. Oh’ya kumpulkan PR kalian” ucap Lee sonsaengnim.

Mata Princess menatap tajam kearah Jiyeon, Jiyeon tau maksud tatapan mata itu. Ia langsung mengganti buku Prnya dengan nama Princess dan langsung mengumpulkannya. Ketika Lee sonsaengnim memeriksanya tidak ada buku PR Jiyeon.

“Park Jiyeon apakah kamu tidak mengerjakan PR?” tanya Lee sonsaengnim.

“I…tu… maaf guru aku lupa mengerjakan PR-nya”ucap Jiyeon menundukkan kepalanya takut.

“Keluar dari kelasku dan bersihkan gudang olahraga” ucap Lee sonsaengnim.

“Ne sonsaengnim” ucap Jiyeon lemah.

Jiyeon berjalan keluar kelas dengan tetesan air mata di pipinya. Jiyeon bukan anak yang malas ia adalah yang sangat rajin ia juara umum di sekolah. Tapi hanya karena ulah Princess ia harus dihukum oleh Lee sonsaengnim.

@Gudang sekolah

Di buka pelan pintu gudang itu oleh Jiyeon, semua debu pun bertaburan hingga membuat Jiyeon batuk.

“Hupt… kotor sekali” ucap Jiyeon memandang gudang sempit itu dan gelap

Jiyeon mulai mengambil sapu dan menyapu setiap daerah di gudang tersebut. Hari semakin sore. Jiyeon telah menghabiskan waktu 2 jam untuk membersihkan gudang itu, tib-tiba terdengar suara seseorang mengunci pintu. Jiyeon mulai panik dan berlari ke arah pintu dan benar apa yang ia duga ada orang yang menguncinya di dalam gudang.

“Kumohon jangan kunci pintunya jebal…….buka pintunya” ucap Jiyeon keras.

Namun tak ada jawaban dari luar. Kaki Jiyeon terasa lemas ia pun terduduk dan menangis.

“Eomma aku benci seperti ini, sampai kapan mereka berhenti menindasku?” ucap Jiyeon di sela isakannya.

Hari mulai semakin gelap, lampu gudang pun mati Jiyeon adalah seorang penderita achluophobia.  Penyakit yang sejak SD ia derita. Achluophobia adalah keadaan dimana seseorang ketakutan terhadap gelap. Jiyeon menyadari dadanya mulai sesak ia merogoh kantung bajunya mencari handphonenya untuk penyinaran namun ia baru sadar hp miliknya masih tersimpan di dalam tas. Tubuhnya sudah mulai mengeluarkan keringat. Perut Jiyeon mulai terasa mual, ia semakin sulit untuk bernafas.

“Chogiyo…. jebal bukakan pintunya. Kumohon, aku bisa mati disini” ucap Jiyeon sekuat tenaga. Keringat Jiyeon semakin bercucuran hebat nafasnya semakin memburu.

“Kumohon buka pintunya” ucap Jiyeon dan tubuhna terjatuh kelantai.

Jiyeon akhirnya pingsan.

∞∞∞∞∞∞∞

@Class

“Kau sudah mengunci pintunya?” tanya Krystal.

“Ne Princess” ucap Min patuh.

“Bagus” ucap Krystal sambil tersenyum sinis.

“Tapi Krys, Jiyeon itu penderita achuophobia atau ketakutan terhadap sesuatu yang gelap. Jika kita menguncinya seperti itu mungkin ia akan….” ucap Min ketakutan.

“Sudahlah biarkan saja, ayo kita pulang” ucap Krystal.

Myungsoo yang setelah mendengarkan obrolan Krystal dan Min bergegas menuju gudang. Ia ketakutan ia takut apa yang dikhawatirkan Min benar- benar terjadi. Ia takut gadis yang mulai menarik perhatiannya itu gagal ia lindungi.

*Myungsoo memories*

“Eomma aku menyukai dadis itu” ucap Myungsoo kecil dengan logat cadelnya.

“Aigoo putra eomma ini sudah menyukai seorang gadis ternyata. Gadis mana myungsoo’ah?” tanya Myungsoo eomma.

“Itu….yang duduk di ayunan itu eomma” ucap Myungsoo menunjuk ayunan yang ada bawah Pohon taman.

“Ah… gadis yang berbaju merah itu” ucap Myungsoo eomma lagi.

“Ne eomma” ucap Myungsoo kecil mantap.

“Myungsoo’ah jika kau sangat menyukainya kau harus melindunginya, menjaganya dan selalu ada untuknya jangan biarkan orang lain menyakitinya ataupun membuatnya menangis. Arrasho !!” ucap Myungsoo eomma.

“Ne Arra eomma. Aku pasti akan melindunginya dengan seluruh kekuatanku” ucap Myungsoo kecil membuat tawa ibunya.

*Myungsoo memories end*

“Ya… kau didalam?” teriak Myungsoo.

Nihil tak ada jawaban dari dalam gudang. Hari semakin gelap, Myungsoo melirik jam tangannya pukul 8.00 PM .

“YA… Park Jiyeon kau di dalam” teriak Myungsoo lagi.

Masih tak ada jawaban. Myungsoo berlari ke kantor guru untuk meminta kunci gudang.

@Teacher Room

“Permisi sonsaengnim? Bolehkah aku meminjam kunci gudang sekolah?” tanya Myungsoo.

“Untuk apa?” tanya Lee sonsaengnim

“Sepertinya Jiyeon terkunci dalam gudang sonsaengnim” ucap Myungsoo yang masih terengah –engah akibat berlari.

“Mwo? Jiyeon itu phobia kegelapan ia bisa mati kalau terkunci dalam ruangan gelap” ucap Lee sonsaengnim mengambil kunci gudang dan berlari menuju gudang yang diikuti dengan Myungsoo. Setibanya di depan pintu gudang Lee sonsaengnim langsung membuka pintu gudang. Pintu terbuka dan mereka berdua pun menemukan Jiyeon yang tengah pingsan terbujur dilantai dengan wajah yang pucat dan tubuh yang mulai mendingin.

“Sam, tangan Jiyeon’ssi dingin sekali” ucap Myungsoo sambil menggengam tangan Jiyeon.

“Myungsoo’ah angkat Jiyeon, aku akan ambil mobil kita harus membawanya segera ke rumah sakit. Palli !!” ucap Lee sam panik.

“Ne sam” ucap Myungsoo mengangkat tubuh Jiyeon dan membawanya menuju mobil Lee sam.

Di perjalanan menuju Seoul National Hospital tubuh Jiyeon mendadak dingin semua.

“Sam sekarang tubuh Jiyeon’ssi sepertinya semakin dingin wajahnya juga semakin pucat” ucap Myungsoo yang semakin khawatir.

“Hangatkan tangan Jiyeon dengan tanganmu !” perintah Lee Sam.

Myungsoo pun langsung menggosok-gosokkan kedua tangannya ketanggan Jiyeon seraya menyalurkan rasa hangat.

“Kumohon Park Jiyeon kau harus sadar, jangat seperti ini kau membuatku takut… Kumohon jangan membuatku panik. Jiyeonnie bangunlah… aku sudah berjanji pada eommaku untuk selalu melindungmu dan takkan membiarkan orang lain menyakitimu sama sekali. Jebal…bangunlah” batin Myungsoo

Sedangkan Lee sam semakin mempercepat laju mobi menuju rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit Jiyeon pun langsung di masukka ke UGD. Lee sam dan Myungsoo hanya bisa menunggu di tunggu.

“Sam kau tidak berniat menghubungi keluarga Jiyeon?” tanya Myungsoo.

“Ahh aku hampir saja lupa untung kau mengingatkannya” ucap Lee Sam.

Lee sam pun segera menghubungi keluarga Jiyeon, tak lama setelah itu keluarga Jiyeon pun datang.

“Sonsaengnim ada apa sebenarnya dengan putri saya kena ia bisa terkunci di gudang?” tanya Tuan Park Yoo Chun yang merupakan ayah Jiyeon.

“Kami juga tidak mengetahui lengkap kejadiannya tuan, Myungsoo tiba-tiba memberitahu saya bahwa Jiyeon terkunci di gudang” ucap Lee sam.

“Bagaimana kau mengetahui Jiyi terkunci di dalam gudang?” tanya Ayah Jiyeon kini pada Myungsoo.

“Tadi tak sengaja aku lewat gudang dan ada sebuah teriakan minta tolong, kupikir itu suara Jiyeon karena kami adalah teman sekelas” ucap Myungsoo berbohong.

Myungsoo memang bukan tipe orang yang mampu membuat temannya masuk penjara. Ia tau jika ia bercerita mengenai hal yang sesungguhnya pada ayah Jiyeon pasti beliau akan melaporkan Min ke penjara.

“Kamsahamnida Myungsoo’ssi, kau telah menolong putriku” ucap Tuan Park.

“Cheonmaneyo ajhussi” jawab Myungsoo.

Tiba-tiba seorang gadis berlari kearah mereka.

“Ajhussi apa yang terjadi pada Jiyi? Kenapa ia masuk rumah sakit lagi?” tanya gadis itu.

Semua orang pun menatap ke arah gadis itu. Mata gadis itu menatap tajam kearah Myungsoo, seolah berusaha mengingat sesuatu.

“Dia sedang di periksa dokter di dalam” ucap Park ajhussi

“Kau pria yang bernama Kim Myungsoo?” tanya gadis itu tiba-tiba.

“Ne, waeyo?” tanya Myungsoo bingung. Ia tak mengenal gadis di depannya tapi mengapa gadis di depannya ini mengetahui namanya.

Siapa sebenarnya gadis ini?

Kenapa ia menatap Myungsoo dengan tatapan setajam itu?

∞∞∞∞∞∞∞

 -To Be Continue-

20 thoughts on “BLACK DAY (Chapter 2&3)

  1. Aaa makin penasaaran…
    Seriusan suka ff yg ini..
    agak bingung sih ak.. tapi sedikit kog bingungnya hahsditunggu lanjutannya ya..
    Ak udh baca kog part 1 tapi belum koment ak koment ini dulu oke? Ntar koment juga di part 1 nya

  2. Duh siapa lagi yeoja yg dtg itu thorrr??
    Krystal bener2 nappeun nihh… Hufttttttt

    Mian author ∂ķΰ comment nya kadang di FP kadang di WP kekeke😀
    U/ part ini ∂ķΰ comment di wp aja ya

    Lanjuttt thorrrr… ∂ķΰ penasaran niyyy🙂

  3. Ahh d part in lah yg tak q tegani it bagian flas back.Sugguuuuuh aq sgt tdk tega.Apa lg wktu jiyi d siksa d krjain oleh trio wek kewek kewek,ah mgnya td it trio ya?Aaaaah pokoknya princes.Hehe Mklum aq g bc bgian mreka.Aq sgt tidak tega.Jd ya q lwati.

    dan myung” katanya mau Mlindungi jiyi?tp knpa diam aja wktu jiyi d bully?Bnr” aneh!

    aishhh princes kalian bnr” kejam.Tega bgt nguciin jiyi d gudang.Aishh bgaimana jika jiyi knpa”?Ntung aja ada myung”.Klo tdk g tau dah ap yg akan trjadi dgn jiyi.
    Smga jiyi baik” aj.

  4. ternyata ini part tentang flashback .. trus ku slh , kirain yang dimksd black day yang kmarn ku tebak .. Eh sekalinya tentang masa lalu jiyeon yang kelam toh .. Kasian .. Min-nya min ‘missA’ tuh.? Ah next read ajh dech drpada penasarn ,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s