IDOL SCANDAL (sequel)


Gambar

by

Han Yoo Ri (@uwiechan92)

Genre : Romance, Sad, Comedy(little)

Rate : PG 16 || Lenght : Oneshoot

Main Cast : Park Hye Hwa (OC), Kim Jong Hyun SHINEE, Kim Woobin (Aktor), Park Jiyeon & Kim Myungsoo
Disclaimer : Inspired by dorama + original  my experience & I made this original FanFiction.

Please DON’T PLAGIATOR and DON’T Silent Reader

 

∞∞∞∞∞∞∞

“Jonghyun’ah berhenti menjadi autis”kata-kata Onew hyung yang setiap hari ku dengar.

Kurasa aku masih belum mampu melupakannya .

Aku ingin bertemu denganmu lagi Hye Hwa’ah….
1 kali lagi saja…..

-Kim Jong Hyun-

∞∞∞∞∞∞∞

 

*Hye Hwa POV

Mei 2015

 

“Aigoo kau selalu makin cantik Hye Hwa’ah” teriak ibuku merayu.

“Eomma aku tidak suka baju ini terlalu pendek” ucapku risih.

“Anni awas saja kalau kau ganti!”ancam eomma.

“Eomma…” rengekku.

“YA…Jiyeon’ah palli… kau lelet sekali sih!” teriak eomma lagi.

“Eomma kenapa bawel sekali sih. Memang kita mau kemana? Dan kemana harus menggunakan dress, eomma tau kan kalau aku dan eonni tidak menyukai mini dress” ucap Jiyeon membelaku.

“Sudahlah kalian tak usah bawel, lebih baik pakai sepatu kalian dan kita berangkat” perintah eomma.

Aku dan Jiyeon pun langsung mengikuti perintah eomma. Kami menaiki tksi dan berhenti di depan sebuah rumah besar bergaya minimalis namun lekat akan unsur rumah Korea. Rumah yang membuat aku dan Jiyeon terpesona dalam sesaat.

“Ini rumah siapa eomma?” tanyaku penasaran.

“Sudah diam dan ikuti aku saja” ucap eomma sambil memencet sambungan interkom rumah itu.

“Annyeonghaseyo aku Park Hy e Jin” ucap eomma disambungan interkom itu.

“Ah Hye Jin’ah kami sudah menunggu lama ayo masuk” jawab orang yang di sambungan interkom tersebut.

Tak lama setelah interkom itu terputus pintu gerbang terbuka secara otomatis dan benar saja rumah itu sangat bagus dan besar . halaman rumah yang ditumbuhi banyak bunga yang mulai bersemi karena ini adalah musim semi membuat kesan rumah itu semakin bagus.

Tiba-tiba pintu rumah itu terbuka.

“Hye Jin’ah bogoshipoyo…” ucap seorang yeoja seumuran eomma dari balik pintu tadi.

“Eonni, apa dia teman eomma?” tanya Jiyeon penasaran

“Sepertinya begitu Jiyi’ah” ucapku.

“Wah ini kedua putrimu? Cantik –cantik.. ayo masuk” ucap bibi itu mempersilakan kami masuk.

Kami pun duduk di sebuah sofa cream yng mewah. Rumah ini benar-benar rumah mewah. Semua ornamen terlihat mahal dan berkilau.

“Mianhae sepertinya anakku yang kedua datang terlambat, tapi tenang anakku yang pertama sudah ada. Lagi pula kan aku memang mau memperkenalkan anakku yang pertama” ucap ajhumma itu.

“HyeRin’ah kau memng tak berubah tetap to the point sekali orangnya” ucap eomma.

Aku mendengarnya sangat risih dan entah mengapa feelingku mendadak buruk. Sepertinya akan terjadi sesuatu yang buruk di pertemuan ini.

“Eonni aku rasa kau akan dijodohkan dengan anak ajhumma ini” bisik Jiyeon ditelingaku.

Mataku membulat….

Ting Tong kenapa hal itu tidak terfikir olehku sejak di rumah. Mati aku…. aku tak mau dijodohkan aku bukan perempuan yang tidak laku.

“Lebih baik aku pangil Woobin dulu yah” ucap Hye Rin ajhumma.

Tak lama setelah Hye Rin ajhumma pergi. Aku langsung menatap mata eommaku tajam. Eomma hanya memberikan senyuman, senyuman yang hampir membuatku mati.

Tak lama Hye Rin ajhumma turun dengan seorang namja yang ku tebak adalah anak sulungnya.

“Ini anak sulungku” ucap Hye Rin ajhumma.

“Annyeong haseyo Kim Woobin imnida” ucap namja itu sopan.

“Annyeong haseyo” ucap aku, eomma dan jiyeon berbarengan.

“Woobin’ssi usiamu berapa?” tanya eomma yang membuatku tercengang.

“Usiaku 27 tahun ajhumma” jawab namja bernama Woobin itu dengan sopan.

“27 berarti 26 usia internasional?” ucap Jiyeon membuat kami semua tertawa.

Pabbo yeoja, adikku yang satu ini  benar-benar sangat lola.

“Hye Hwa’ah cepat perkenalkan dirimu” perintah eomma.

“Annyeong haseyo Hye Hwa imnida, 25 tahun bangapseumnida” ucapku sesopan mungkin.

Kulihat ada senyuman kecil dari namja itu. Aishhh menyebalkan.

“Hye Hwa’ssi masih muda yah” ucap Woobin membuatku tersedak.

“Ah…eoh” jawabku gugup.

Tawa eomma dan Hye Rin ajhumma terdengar. Aigoo sepertinya suasana saat ini tidak terlalu bagus untukku.

Tak lama kemudian pintu ruman terbuka dan masuk 2 orang namja.

“Nah itu putra bungsuku dan ini keponakanku” ucap Hye Rin ajhumma memperkenalkan 2 namja itu.

Mataku membulat, aku berharap salah melihat orang. Tapi nihil itu memang dia.

“Annyeong haseyo Kim Jong Hyun imnida” ucapnya menatap tajam mataku, aku hanya bisa menunduk dan tak berani menatap matanya.

“Hyung dia…” ucap namja 1 lagi membuat hatiku mencelos.

“Diam!” hardik Jonghyun

“Maaf” ucap namja itu lagi.

“Myungsoo’ah kau juga harus memperkenalkan namamu” ucap Woobin oppa tiba-tiba.

“Annyeong haseyo Kim Myungsoo imnida” ucap namja itu.

Bisa kulihat mata Jiyeon yang penuh kebencian telah terpancar jelas.

“Eomma aku dan Myungsoo ke kamar dulu” ucap Jong Hyun.

“Tapi nanti kalian turun lagi yah untuk kita makan bersama” perintah Hye Rin ajhumma.

“Ne..” jawab mereka berbarengan.

Kurasa aku hampir mati memandang punggungnya, masih terasa sesak yang amat dalam di hatiku.

“Hye Hwa’ssi gwenchana?” tanya Woobin oppa nyaris membuatku kaget.

“Ne, nan gwenchana” ucapku panik.

*Hye Hwa POV end

∞∞∞∞∞∞∞

*Jong Hyun POV

Rasanya jantungku hampir berhenti berdetak, 3 tahun… 3 tahun kita tak bertemu kau tetap cantik Hye Hwa’ah…

“Hyung bukankah ia Park Hye Hwa yeoja yang membuatmu autis selama 2 tahun lalu?” ucap Myungsoo.

“YA.. Myungsoo’ah pelankan suaramu jika terdengar oleh Woobin hyung bagaimana” ucapku.

“Sepertinya Hye Hwa noona akan dijodohkan dengan Woobin hyung” ucap Myungsoo lagi.

Aku hanya diam tak mampu menjawab ucapan Myungsoo karena ucapan itu sama dengan apa yang sedang aku pikirkan.

“Hyung…” rengek Myungsoo.

“Myungsoo’ah dengarkan aku, kau harus tutup mulutmu mengenai Hye Hwa dan bersikaplah kau tak tau apa-apa tentangnya karena aku akan bersikap demikian” ucapku.

“Tapi hyung… kau yakin baik-baik saja?” ucap Myungsoo lagi.

“Aku baik-baik saja Myungie’ah… jadi kau harus menuruti aku. Yakso?” ucap Jong Hyun.

“Ne yakso hyung” ucap Myungsoo.

Aku tau Myungsoo mengkhawatirkanku karena hanya member SHINEE dan Myungsoo yang mengetahui jelas keadaanku 2 tahun lalu. Baru 1 tahun ini aku mulai baikkan, tapi aku dikejutkan dengan kemunculannya lagi. Aku harus bersikap sebiasa mungkin agar Woobin hyung tidak mencurigaiku.

“Jong Hyun’ah…. Myungsoo’ah… cepat turun untuk makan malam” teriak eomma keras.

“Ne eomma aku dan Myungie akan turun sekarang” jawabku.

“Hyung…” ucap Myungsoo lagi

“Myungie’ah aku baik-baik saja percaya padaku. Dan kuharap kau bersikap baik pada mereka” ucapku

Myungsoo tak menjawab, ia hanya tertunduk lemah setelah mendengar ucapanku. Myungsoo memang dongsaeng terbaikku. Ia selalu ada disetiap terapiku selama 2 tahun. Dan aku tau jelas ia sangat mengkhawatirkan keadaanku namun aku harus kuat semua untuk Woobin hyung.

#Flashback

5 Hari yang lalu

“Jonghyun’ah… kurasa aku menyukai gadis ini” ucap Woobin hyung sambil menunjukkan hasil jepretan kameranya.

“Mana hyung coba aku lihat” ucapku.

Hatiku mendadak nyeri setelah melihat foto itu, lutut ku terasa lemas. Aku benar benar kaget karena foto yeoja didalam kamera itu adalah Hye Hwa. Park Hye Hwa yeoja yang sampai saat ini masih mengisi ruang khusus di hatiku.

“Bagaimana dengannya Jong Hyun’ah, cantik bukan?” tanya Woobin hyung dengan senyuman khasnya.

“Ne hyung” jawabku pelan.

“Aku ingin mendapatkannya, saat tadi aku menunjukkannya pada eomma. Kata eomma ia adalah anak teman eomma, begitu beruntungnya aku. Jong Hyun’ah jika aku menikah dengannya kau harus menyanyikan lagu dipernikahanku” ucap Woobin hyung dengan semangat.

“Pasti hyung, aku akan memberikan yang terbaik untuk kebahagiaanmu” ucapku lirih.

“Gomawo Jonghyun’ah” ucap Woobin hyung sambil memelukku.

Airmataku nyaris tumpah, namun aku masih mampu menahannya. Hatiku perih namun ini semua untuk Woobin hyung, ia selalu ada untukku. Hyung selalu membantuku dan memberikan semua kebahagiaannya untukku, kini saatnya aku harus memberikan 1 kebahagiaanku untuknya.

Kau harus bahagia hyung… bahagia dengannya.

#Flashback end

∞∞∞∞∞∞∞

@Meja makan

Semua orang diam, kulirik gadis itu. Ia masih saja menunduk menghindari tatapan mataku. Entah apa yang sedang ia pikirkan saat ini, 1 hal yang terasa jelas di hatiku. Aku merindukanmu Hye Hwa’ah.

“Hyung bagaimana dengan pameranmu kemarin? Mianhae aku tidak bisa menghadirinya karena kemarin aku ada jadwal di radio” ucapku berusaha memecah keheningan.

“Tak apa aku mengerti Jonghyun’ah kau sibuk. Tapi lain kali kau tidak boleh melewatkannya lagi” ucap Woobin hyung.

“Ne… pasti” ucapku.

“Hye Hwa’ssi kau harus melihat pameran hyungku juga banyak jepretan fotonya yang sangat bagus” ucapku membuat tubuhnya menegang. Aku tau ia ingin  menangis terlihat jelas di matanya, namun aku harus melakukan ini. Semua demi Woobin hyung.

“Mainhae, aku ingin ke kamar mandi sebentar” ucap Hye Hwa.

“Kamar mandinya di ujung situ kemudian kamu belok kanan” jawab Woobin hyung.

“Kamsahamnida..” jawab Hye Hwa.

Aku tau ia pasti menangis di kamar mandi. Mianhae Hye Hwa’ah…

*Jong Hyun POV end

∞∞∞∞∞∞∞

Hye Hwa POV

Aku rasa ia gila… ia benar – benar tau bagaimana menyiksaku. Tangisku tak terkontrol lagi begitu masuk ke kamar mandi. Hatiku hancur berkeping-keping, kukira ia akan diam dan bersikap dingin padaku. Tapi nyatanya ia justru bersikap seolah ia tak mengenalku dan menganggap kita tak pernah memiliki masalah sebelumnya.

Kim Jong Hyun kau benar-benar keterlaluan.

Kuhapus air mataku agar tak ada orang yang mencurigaiku. Ku buka pintu kamar mandi, dan ternyata sudah ada Jong hyun menungguku.

“Ku mohon bersikaplah baik pada hyungku” ucapnya membuat hatiku nyeri.

“Dan lupakan apa yang pernah terjadi pada kita 3 tahun yang lalu”ucapku lagi.

“Sebegitu bencinyakah kau denganku? Hingga kau menyuruhku untuk melupkan kenangan 3tahun lalu? Bukankah kenanganku itu adalah hakku? Tapi tenang Jong Hyun’ssi aku qkqn menuruti permintaanmu. Dan terima kasih sudah bersikap seolah tak mengenalku sehingga eomma dan ajhumma tidak curiga” ucapku kemudian meninggalannya yang masih diam pada posisinya.

*hye Hwa POV end

Author POV

Tak ada yang sadar bahwa sejak tadi Woobin mendengarkan percakapan mereka berdua. Woobin kaget sekali mengetahui bahwa gadis yag ia cintai itu adalah gadis yang pernah mengisi hati adiknya itu, anni mungkin juga masih mengisi hatinya hingga kini.

Woobin tau jelas kenapa Jong Hyun mengalah dan membiarkan Hye Hwa untuknya. Penyakit lemah jantung yang ia miliki sejak kecil membuatnya selalu di nomer satukan oleh keluarganya. Jonghyun selalu menjadi nomer dua bagi ayah dan ibunya tapi Woobin selalu membuat Jonghyun nomer satu.

Tiba – tiba Woobin memegangi jantungnya, karena kekagetannya barusan jantungnya mulai bereaksi lagi.

“Jebal… jangan saat ini kumohon” ucap Woobin dalam hati.

“Hyung gwenchana?” tanya Jonghyun khawatir.

“Ah… Nan gwenchana. Lebih baik kalian lanjutkan makannya” ucap Woobin.

Semuanya pun selesai makan malam, Jonghyun dan Myungsoo kembali ke kamar Jonghyun, sedangkan Jiyeon sibuk mengelilingi rumah besar keluarga Kim. Hye Hwa dan Woobin sedang duduk dan sama-sama diam tanpa bersuara sedikitpun.

“Hye Hwa’ssi kenapa kau hanya diam saja? Kau tau eomma mu dan eommaku akan menjodohkan kita?” tanya Woobin.

“Ah.. itu entahlah Woobin’ssi” jawab Hye Hwa.

“Woobin’ssi? Kau harusnya memanggilku oppa, aku lebih tua dari pada kamu” ucap Woobin.

“Ahhh mian Woobin o..ppa” ucap Hye Hwa canggung.

“Nah begitu baru baik” ucap Woobin sambil mengelus lembut ujung kepala Hye Hwa.

Mereka berdua tak menyadari sejak tadi ada sepasang mata yang memperhatikan tingkah mereka berdua. Kim Jong Hyun mungkin mulutnya mampu mengatakan bahwa ia akan melepaskan Hye Hwa tapi hatinya tak berkata demikian. Hatinya perih setiap kali melihat hyungnya itu mulai bercengkrama dan membelai rambut gadisnya itu.

“Hyung, jika kau tidak rela kau bisa mengambil yang harusnya menjadi milikmu” ucap Myungsoo.

“Sejak kapan kau ada dibelakang ku eoh?” benta Jong Hyun.

“Sejak tadi, hyung saja yang terlalu fokus menatap mereka hingga tak menyadari aku dibelakangmu” ucap Myungsoo membela diri.

“Sudahlah Myungsoo jangan mengatakan hal-hal yang bisa membuatku marah lagi” ucap Jonghyun yang pergi meninggalkan Myungsoo.

“Kau menipu dirimu hyung… Aku tau gadis itu masih mengisi penuh hatimu, tapi bukan kau kalau tidak berlagak sok baik. Cih… dasar cinta selalu saja membuat rumit” gerutu Myungsoo.

“Apa yang membuat rumit?” tanya Jiyeon tiba-tiba.

“Ya…kau sejak kapan ada disitu?” teriak Myungsoo.

“Aku disini sejak kau mengatakan cinta itu membuat rumit” ucap Jiyeon polos.

“Aishh…” ucap Myungsoo menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.

“Tunggu, apa cinta Eonni dan Jonghyun oppa akan berakhir seperti di drama-drama sedih?” tanya Jiyeon polos sambil menundukan kepalanya.

“Berdoa saja semoga mereka mendapatkan kebahagian mereka” ucap Myungsoo meninggalkan Jiyeon dalam diam.

∞∞∞∞∞∞∞

3 Bulan kemudian

Semua persiapan pernikahan Hye Hwa dan Woobin telah dipersiapkan dengan baik. Undangan telah disebar, dekorasi telah siap. Hari ini 7 Agustus 2015 adalah hari pernikahan mereka. Hari yang akan menjadi saksi bisu kedua insan itu bersatu. Jonghyun sudah ikhlas walau hatinya masih dipenuhi gadis itu.

“Kau benar-benar cantik” ucap Hye Rin ajhumma.

“Kamsahamnida ajhumma” ucap Hye Hwa.

“Mulai sekarang kau harus memanggilku eommonim bukan lagi ajhumma arrasho!” perintah Hye Rin ajhumma.

“Ne…eom..onim” ucap Hye Hwa gugup.

“Jonghyun’ah liat kakak iparmu cantik sekali bukan?” ucap Hye Rin ajhumma.

“N…e eomma, Hye Hwa’ssi benar-benar cocok dengan hyung” ucap Jong Hyun kaku.

“Cepat cepat acara akan mulai” ucap Myungsoo tiba-tiba.

Semua hadirin telah siap untuk melihat janji suci pernikahan Woobin dan Hye Hwa. Mata Jonghyun tak lepas memandang Hye Hwa. Ia terus berusaha mengikhlaskan yeojanya itu.

Altar pernikahan

“Woobin’ssi apakah kau bersedia membahagiakan Hye Hwa menjadi istrimu sepanjang hidupmu?” tanya pastur.

“Aku bersedia” jawab Woobin tegas.

“Hye Hwa’ssi apakah kau bersedia membahagiakan Woobin’ssi menjadi suami sepanjang hidupmu?” tanya pastur.

“Aku bersedia” ucap Hye Hwa sambil meneteskan airmatanya.

“Kalian berdu syah menjadi suami istri” ucap pastur.

-Author POV end-

∞∞∞∞∞∞∞

 

Selamat tinggal Park Hye Hwa….

Selamat tinggal cintaku…

Semoga dikehidupan yang akan datang aku bisa bertemu denganmu dan menikah denganmu sebelum kau bisa menikah dengan hyungku….

Saranghanda…..

 

 

*The End

3 thoughts on “IDOL SCANDAL (sequel)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s