I Hurt


Gambar

by

Han Yoo Ri  (@uwiechan92)

Genre : Romance, Sad

Rate : PG 16 || Lenght : Oneshoot

Main Cast : Park Jiyeon, Kim Myungsoo, Lee Junho, Jessica Jung

Disclaimer : Inspired by original my experience & I made this original FanFiction.

This is 100 % fanfiction buatanku, fanfiction yang lahir dari kejadian nyata.

It’s REAL… !!!

Please DON’T PLAGIATOR and DON’T Silent Reader

 

NOTE : All Jiyeon PV

Aku menggambarkan semua cerita ini dari sudut Jiyeon semoga lain waktu bisa ngasih ff dari sudut pandang Myungsoo

@@@

 

Aku luka jika melihatnya terluka…..

Aku sakit jika melihatnya sakit…..

Aku benci bilang bahwa aku terlalu mencintainya….

Namppeun namja….

-Park Jiyeon-

 

@Chung-Ang University

Kulangkahkan kakiku pagi ini melewati taman kampus yang bunganya sudah mulai bermekaran. Musim semi, benar-benar menjadi musim favoritku. Aishhh tapi satu hal yang kubenci ketika musim semi, banyak pasangan kekasih memenuhi taman kampus saling memadu kasih. Aishhh memuakkan.

“Jiyi’ah…. Kau lama sekali” ucap Ji Eun sahabat baikku.

“Ya… Ji Eun’ah…. waeyo? Jangan menarik-narik tanganku!” teriakku keras ketika Ji Eun menarik tanganku menuju lapangan baseball kampus kami.

“Itu Myungsoo sedang memberikan pengumuman” tunjuk Ji Eun.

Myungsoo? Nama lengkapnya adalah Kim Myungsoo, dia adalah kekasihku. Kami berpacaran sejak kami duduk di kelas 2 SMA hingga sekarang kami ditingkat 3 jejang sarjana. Tak terasa 5 tahun kami telah menjalin hubungan ini, tapi kurasa sepertinya hubunganku dengannya tak ada bedanya dengan hubunganku dengan Lee Taemin sahabat baikku.

“Biarkan saja, paling juga mengenai kunjungan industri angkatan kita” ucapku pada Ji Eun pergi meninggalkan lapangan baseball.

“Kudengar ia bersaing dengan Jessica mengenai pengurusan perjalanan itu” jelas Ji Eun.

“Biarkan saja aku tak peduli aku terlalu lelah memikirkannya” ucapku malas.

@@@

21 Februari lalu hubungan kami masih baik, aku masih bisa bermain dan kencan dengannya untuk merayakan ulang tahunnya. Tapi akhir-akhir ini kesibukkannya sebagai ketua BEM kampusku membuat rutinitas bertemu kami semakin berkurang. Aku berusaha memahami kesibukkannya tapi aku juga hanya seorang gadis yang masih menginginkan perhatian lebih dari namjachinguku sendiri. Apa aku terlalu egois? Bukankah itu hakku?

To       : Myungsoo Oppa

Oppa, apa malam ini kau punya waktu? Ada yang ingin kubicarakan denganmu?

Kutekan tombol send pada ponselku, sambil berharp-harap cemas jawaban apa darinya. Tak berapa lama balasan darinya datang.

From  : Myungsoo oppa

Mianhae Jiyi’ah hari ini aku dan Minhwan akan survey tempat untuk kunjungan industri kampus.

Sudah kuduga….

Aku benci kesibukkannya, aku benci tingkahnya yang selalu lebih peduli terhadap orang lain dan masalah-masalah kampus ketimbang aku. Aku tau posisinya sebagai Ketua BEM menuntutnya untuk selalu peka terhadap permasalahan kampus. Tapi apakah itu juga harus membuatnya tidak peka terhadap diriku? Terhadap perasaanku?

Kim Myungsoo namja paling dingin dan tak punya hati yang pernah kukenal.

To       : Taem & Ji Eun

Ya… aku bosan di rumah, ayo kita keluar. Aku ingin makan steak.

Ku tekan tombol send sambil berharap Taemin dan Ji Eun mau kuajak keluar untuk bermain. Aku sudah benanr-benar bosan beberapa hari ini diam di rumah. Tugas kampus sudah cukup membuatku gila dan aku tak ingin semakin gila karena aku bosan berdiam diri di rumah.

From  : Taem

Jiyi’ah… mianhae hari ini eommaku memintaku mengantarnya ke tempat halmonim jadi aku tak bisa menemanimu. Mian… L

Aishhh Lee Taemin benar-benar menyebalkan.

From  : JiEun

Jiyi’ah…. hehehehe jebal jangan malam ini, Wooyoung oppa mengajakku kencan malam ini. Lain kali saja aku menemanimu makan steak eoh??? Annyeong Jiyi’ah J

Lee Ji Eun hupt….

Tak ada yang bisa menemaniku. Sudahlah lebih baik aku pergi sendiri. Kuambil mantel pink kesayanganku dan berpamitan pada eomma untuk keluar.

Ketika perjalanan menuju kedai steak kesukaanku, aku bertemu dengannya. Namja yang pertama kali membuatku jatuh cinta.

“Park Jiyeon?” tanyanya padaku.

“Junho oppa?” ucapku kaget.

Ia tak berubah… ia masih tetap saja tampan, tubuhnya semakin bagus. Ia juga semakin tinggi, kulitnya semakin putih tapi senyuman khasnya masih tidak berubah. Mata sipitnya masih terlihat menggemaskan ketika ia tersenyum.

“Sudah lama kita tak bertemu Jiyeonnie?” tanyanya lagi.

“N…e oppa” ucapku gugup.

Sesaatku terpesona oleh Junho oppa, namun bayangan Myungsoo oppa menyadarkanku bahwa aku sudah memiliki namjachingu dan ini tidak benar.

“Oppa, aku pergi dulu” ucapku sambil menundukkan tubuhku memberi hormat.

“Chakamman….” ucapnya sambil menahan tangan kananku.

“Waeyo oppa?” tanyaku pelan.

“Kau mau kesanakan? Ayo aku temani, kau pasti bosan jika makan sendirian lebih baik kau makan denganku” ucapnya smbil memberi senyuman manis khasnya.

Aku hanya bisa diam dan mengikuti langkahnya sambil bingung kenapa aku berpegangan tangan dengan Junho oppa? Kenapa aku tak mampu melepaskan tangannya.

@@@

*Flashback

@Seiyu Junior High School

“Oppa, lebih baik kita putus?” ucapku sambil menunduk tak mampu melihat wajahnya.

“Kenapa? Apa aku melakukan kesalahan Jiyeonnie?” tanya Junho oppa.

“Oppa tidak salah apapun, aku hanya ingin berpisah saja. Aku tak mau mengikatmu dengan status kekasih kita oppa. Aku tau kau akan melanjutkan SMA mu di Jepang dan aku ingin kau bahagia di Jepang dengan kekasih baru. Bukan aku yang hanya menjadi beban untukmu.

“Aku tak mengerti apa yang kau katakan Jiyeonnie… Aku tak pernah menganggapmu sebagai beban. Saranghanda, jeongmal saranghae. Tak pernah terfikir sedikitpun di otakku bahwa kau menjadi beban hidupku. Aku mencintaimu tulus. Kurasa banyak pasangan kekasih yang menjalani hubungannya jarak jauh” ucapnya panjang lebar.

“Tapi aku belum siap oppa, aku belum siap menjalani hubungan jarak jauh. Aku ingin putus” ucapku sambil menangis.

“Jiyeonnie… Uljima, jika itu kemauanmu aku akan menurutimu. Tapi yang perlu kau ingat aku sangat mencintaimu. Hanya kau gadis yang aku cintai kemarin, sekarang dan selamnya” ucapnya membuat tangisku semakin pecah.

Pelukkannya sedikit menenangkanku namun ini mungkin menjadi pelukkan terakhir yang diberikkannya untukku.

*Flashback end

“Jiyeonnie, kau mau pesan apa?” tanya Junho oppa.

“Aku mau tanderloin double dan vanilla ice cream oppa” ucapku.

“Ternyata seleramu tak berubah” ucapnya sambil melempar senyum kearahku.

Namja didepanku ini adalah namja yang paling kuhindari di dunia ini. Namja baik hati yang dulu pernah kusakiti, tapi ia tetap baik padaku. Bahkan ia masih hapal betul apa yang kusuka dan apa yang tidak kusuka. Junho oppa berbanding terbalik 180 derajat dengan Myungsoo oppa. Myungsoo oppa bahkan tak pernah tau apa yang kumau ia hanya peduli dirinya sendiri.

“Hei kenapa kau malah melamun?” tanyanya membuatku sadar.

“Ah.. anniyo oppa, aku tidak melamun” ucapku lembut.

Tak lama pesanan kami tiba. Aku menyantap makananku dengan lahap hingga tak menyadari cara makanku berantakan.

“Kau benar-benar tak berubah, lihat ada sisa saus dibibirmu” ucap Junho oppa sambil mengelap sisa saus dibibirku.

“Gomawo oppa” ucapku singkat.

Aku yakin saat ini wajahku pasti seperti udang rebus. Kyakkk memalukan, benar-benar memalukan.

“Oppa, gomawo sudah mentraktirku . Lain kali aku yang akan mentraktirmu oppa” ucapku malu.

“Anggap saja ini ucap selamat untuk ulang tahunmu besok, Tapi janji yah lain kali kau akan mentraktirku” ucapnya.

“Ne… aku pulang dulu oppa. Annyeong” ucapku padanya.

“Ne annyeong” balasnya.

 

@@@

@Chung-ang University

“Saengil chukkae Jiyi’ah” teriak Taemin dan Ji Eun bersamaan sambil membawa kue ulang tahun untukku.

“Gomawo…” ucapku lemah.

“Palli… tiup lilinnya. Tapi make a wish dulu” perintah Taemin.

“Ne….” ucapku sambil memejamkan mata dan meniup lilinnya.

“Ok nanti malam kita pergi, aku akan mentraktir kalian?” ucapku

“Asikkk kita mau makan apa?” teriak Taemin girang.

“Bagaimana dengan jajangmyun? Anni terlau murah. Aku ingin makanan barat” ucap Ji Eun.

“Baiklah terserah kalian, kalian yang tentukan tempatnya” ucapku.

“Kau tak mengajak Myungsoo ?” tanya Taemin tiba-tiba.

Entahlah, mungkin ia sibuk.

Tiba-tiba….

“Jiyi’ah… Myungsoo-sunbae sepertinya sedang di demo atas kebijakannya mengenai kunjungan industri kita oleh kelas sebelah” ucap EunJi tiba-tiba.

“Mwo?” tanyaku bingung.

“Ayoo kita lihat ke lapangan” ucap Eunji menarik tanganku menuju lapangan.

Taemin dan Ji Eun mengikuti dibelakangku.

“Ya Kim Myungsoo!!! Apa kau bodoh kenapa kau memilih tempat itu eoh !!” bentak seorang namja yang kukenal namanya Minho.

“Pabbo” teriak gadis-gadis.

“Lebih baik kau berhenti menjadi ketua BEM” teriak yeoja lain.

Aku benci situasi ini, aku benci melihat Myungsoo oppa dimaki, dihina dan diperlakukan seperti ini. Aku lebih senang oppa membentakku ketimbang oppa harus dibentak oleh mereka. Terlihat sekali oppa menahan tangisnya dan emosinya. Aku sangat kenal Myungie oppa, dia bukan tipe orang yang bisa sembarangan meluapkan emosinya pada orang-orang yang tidak membuatnya nyaman. Oppa hanya bisa melampiaskan emosinya padaku.

“Taemin’ah bantulah ia, aku tak tega melihatnya”ucap JiEun.

“Aku tak bisa banyak membantu, Myungsoo memiliki kewenangan sendiri dan kurasa Jessica-lah yang ada dibalik semua ini” ucap Taemin.

“Aishh yeoja itu sepertinya obsesi sekali menakhlukkan Myungsoo” ucap Ji Eun.

Benar… Jessica adalah yeoja paling populer di kampus dia memang terlihat menyukai Myungsoo oppa sejak masa orientasi dulu. Namun Myungsoo oppa selalu bersikap dingin padanya, dan kurasa ia semakin membenci Myungsoo oppa ketika ia tau bahwa oppa perpacaran denganku. Jessica memang gadis yang luar biasa, ia bahkan bisa membuat anak-anak satu kampus menurutinya dan melakukan hal buruk seperti ini pada Myungsoo oppa.

“Ji Eun’ah… Taemin’ah… Kajja” ucapku meninggalkan lapangan.

“Ya Jiyi’ah,… tunggu aku” ucap Ji Eun mengikuti Jiyeon diikuti Taemin.

 

@Night

To       : Myungsoo Oppa

Oppa kau ingin sesuatu? Kami sedang ada di Pasta Resto?

Ku tekan tombol SEND.

From  : Myungsoo oppa

Aku sudah makan chagiya…. tidak perlu. Chagiya tolong jangan sms dulu yah. Batrei ponselku sudah low

Ia benar-benar keterlaluan, bahkan ucapan selamat ulang tahun saja dia tidak mengatakannya. Bahkan sekarang kami hanya merayakan bertiga.

Aku membencinya….

Benar-benar membencinya….

 Membenci kenapa aku begitu mencintainya, hingga tahan akan sikapnya.

 

Tiba-tiba ada pesan masuk ke ponselku.

From : Junho oppa

Apa boleh aku menagih traktiranku sekarang?

To       :  Junho Oppa

Hari ini aku sedang bersama chinguku oppa

From  : Junho oppa

Kau dimana? Apa boleh aku bergabung dengan kalian?

 

To       :  Junho Oppa

Kau ingin bergabung oppa? Apa kau sedang tidak sibuk oppa?

From  : Junho oppa

Anniyo…. aku sedang bosan di rumah dan ada yang ingin kuberikan padamu.

To       :  Junho Oppa

Oh… Terserah oppa, kami sedang ada di Pasta Resto dekat Taman Yeodo.

From  : Junho oppa

Baiklah aku akan menyusul kalian 5 menit lagi?

To       :  Junho Oppa

5 menit? Oppa sedang dimana sekarang?

From  : Junho oppa

Aku sudah ada di arah jam  6 dari bangkumu.

Aku menoleh kearah jam 6 dari tempatku duduk, kulihat namja dengan stelan kemeja biru muda dengan blazer biru navy yang membuat kesan keren Junho oppa bertambah.

“Jiyeonnie…” teriak Junho oppa sambil melambaikkan tangannya ke arahku.

Aku membalas lambaiian dengan senyum.

“Jiyi’ah bukankah dia Junho oppa?” tanya Ji Eun.

Aku hanya mengangguk pelan dengan tersenyum malu.

“Untuk apa dia disini? Bukankah seharusnya kau mengajak Myungsoo” ucap Taemin sinis.

“Taemin’ah… Kau” ucap Ji Eun menatap sinis Taem.

Kurasa tak ada yang salah pada ucapan Taemin, Taemin benar umumnya gadis yang memiliki kekasih akan merayakan hari ulang tahunnya dengan kekasih dan teman-teman. Tetapi aku justru merayakan ulang tahunku dengan sahabat dan mantan pacarku. Ex-namjachingu….!!!!

Ulang tahunku terlewati kini sudah jam 00.30 KST tubuhku terasa lelah seharian kuliah dan bermain bersama mereka. Junho oppa memberiku sebuah jam tangan berwarna pink soft , warna favoritku.

Kalian pasti bertanya dimana kekasihku? Entahlah aku tak peduli

Tiba – tiba ada sms masuk.

From  : Myungsoo oppa

Kudengar kau menghabiskan malammu ini dengan mantan pacarmu. Bagaimana rasanya merayakan ulang tahunmu dengan mantan kekasihmu? Kau bahkan tidak bertanya bagaimana keadaanku. Kau malah berkencan dengan namja sipit itu!!

Airmataku menetes, ia bahkan memarahiku tanpa ia tau betapa berharapnya aku merayakan ulang tahunku bersamanya. Tapi justru ini yang kudapat?

To       : Myungsoo oppa

Oppa tau? Oppa bhkan belum mengucapkan selamat padaku. Oppa tau aku sakit? Kurasa oppa tak pernah mau peduli apa yang kurasakan karena yang penting untuk oppa hanya BEM, fotografi dan kamera oppa.

Sedangkan aku? Mungkin nomer ke-100 baru ada namaku di deretan kepentingan oppa.

Oppa aku lelah. Sudah sangat lelah.

Kuketik dengan kucuran airmata yang semakin deras. Aku marah sangat marah. Kutekan tombol send tanpa berpikir lagi apa yang baru saja ku ketik.

Aku menunggu cukup lama sampai ia membalas pesanku

From : Myungsoo oppa

Jiyi’ah…. jadi itu yang selama ini kau pikirkan. Bahwa kau ada dideret no.100, kau tau? Bahkan kau bukan dideret no. 100 atau 1 karena kau ada dideret 0 kau lebih penting dari 1 kalo lebih awal dari 1. Aku mungkin mampu ketika di BEM mengurusi masalah orang, aku mampu memotret view terbaik. Tapi aku tak pernah bisa bersikap romantis didepanmu. Itu kelemahanku, aku tak mampu menunjukan sisi cintaku padamu. Aku bahkan hanya mampu membuatmu menangis….menangis dan menangis.

Berbeda dengannya, kau selalu bisa tersenyum tertawa dan bahagia. Sedang denganku? Kita hanya bisa bertengkar, bertengkar dan bertengkar lagi. Aku tak mampu seperti Junho oppamu, aku tak bisa seperti dia. Aku tak mampu menganti posisinya dihatimu.

Airmataku semakin deras ketika membaca balasan itu, benar…. mungkin benar selama ini Myungsoo oppa selalu aku bandingkan dengan Junho oppa. Tapi aku tak pernah bermaksud untuk membuat oppa menjadi seperti Junho oppa.

To       : Myungsoo oppa

Aku rasa kau salah mengerti oppa, Junho oppa hanya masa lalu dan akan tetap menjadi masa laluku selamanya. Takkan bisa berubah. Sedangkan kau? Kau masa sekarang dan masa depanku oppa!!! Aku mencintaimu tak sadarkah kau!! Aku bahkan tak pernah mendengarmu mengatak cinta padaku. Ahhh mungkin inilah hal yang harus aku mengerti karena akulah yang menyatakan cinta terlebih dahulu padamu bukan kau. Tapi aku cukup bahagia oppa.

Oppa sudah malam aku tidur duluan.

Jaljayo…..

Kututup mulutku agar isak tangisku tidak terdengar keluar kamar. Tangisku benar-benar pecah aku tak mampu menahan diri lagi aku sungguh kesakitan…. sakit yang luar biasa.

@@@

3 bulan berlalu tanpa komunikasi lebih lanjut dari Myungsoo oppa, kami saling tak menghubungi satu sama lain. Ketika bertemu di kampus pun kami saling menunduk seolah sudah tak ad hubungan lagi diantara kami. Tapi tak ada kata “PUTUS” yang keluar dari mulut Myungsoo oppa ataupun  dariku. Kami menjalani 3 bulan ini dengan hubungan tanpa kelanjutan (?) .

“Oppa aku bisa bicara sebentar?” ucapku menahan tangannya.

Ia membalikkan tubuhnya menghadap kearahku.

“Ada apa?” tanyanya lembut.

“3 bulan kurasa itu waktu yang cukup untuk kita berfikir mengenai kelanjutan hubungan kita dan kurasa sifat cuek-mu sudah cukup mengartikan bahwa kau tak mencintaiku. Oppa… lebih baik kita putus, daripada hubungan ini hanya menyulitkan kita satu sama lain” ucapku gugup.

“Itu yang kau inginkan?” tanya Myungsoo oppa.

Kutahan airmataku agar tidak turun, sekuat tenaga aku menahannya. Namun nihil buliran kristal itu keluar begitu saja dari mataku. Ia memegang pipiku dan membuat wajahku yang semula menunduk kini menatapnya. Ia memandang lembut dan menghapus bulir-bulir airmata itu.

“Maaf karena selalu membuatmu menangis Jiyi’ah” ucapnya lembut sambil mengecup mata kananku. Aku cukup terkejut dengan perlakuan Myungsoo oppa. Oppa tak pernah menyentuhku lebih dari berpegangan tangan tapi kini ia mengecup mata kanan dan kiriku bergantian.

“Mata ini terlalu lelah mengeluarkan airmata, jadi uljima……..” ucapnya lagi.

“Aku diam selama 3 bulan bukan karena aku menjauhimu atau cuek padamu, aku berusaha mengoreksi apa yang salah dan apa yang harus kuperbaiki dari sikapku. Hingga nanti, anni sekarang saat aku bertemu denganmu aku takkan membuatmu menangis lagi. Tapi ternyata aku gagal. Aku masih saja membuatmu menagis. Mian… Jeongmal Mianhae Jiyi’ah…. Sarangheyo… Jeongmal sarangheyo” ucap Myungsoo oppa sambil mengecup keningku membuat bulir-bulir airmataku jatuh lagi.

Tapi bulir air mata itu bukan airmata kesedihan melainkan airmata kebahagiaan. Kebahagian yang tak terkira.

“YA … kan sudahku bilang jangan menangis” teriakknya keras.

Aku memukul dadanya keras.

“Namppeun namja… namppeun namja….” ucapku sambil terus menangis dan memukuli dadanya.

Ia hanya memandang lirih dan justru memelukku erat. Tangisku seketika pecah. Tak mampu kubendung lagi.

“Saranghae” bisiknya lembut.

“Nado saranghae oppa…..” balasku sambil mengeratkan pelukkan kami.

 

Cinta membuat kita menangis….

Tapi cinta juga membuat kita tersenyum…..

Cinta memnbuat luka padamu….

Tapi cinta juga membuat kenangan indah dihatiku….

Saranghae

Satu kata yang mampu membuat semua yang salah menjadi benar…

Satu mantra ajaib yang membuatmu bahagis ketika mendengarnya…

Semoga cintaku dan cintanya bisa bertahan hingga maut yang memisahkan kami

 

*FIN

 

Kyakkkkk hadir dengan FF galau yang berakhir dengan happy end…

Karena kegalauan beberapa hari lalu terciptalah ff geje ini.

Gomawo untuk yang mau baca dan comment.

Untuk silent reader… segeralah bertaubat… sebelum Allah mengutukmu…😀

Black Day menyusul…. 

36 thoughts on “I Hurt

  1. Haduuuhhhhh thorr sampe tegang bgt nih baca nya… Kirain myungyeon bakal bener2 berpisah.. Eh ternyataaa surpriseeeeeeee
    Happy ending dehhhh…. \(^^)/

    Daebakkk authorrrr
    Black day nya kapan di lanjut??

  2. haduh ffnya.. owaah ottokkae ak ngungkapkannya..
    so sweet, aish myungsoo buat kesel diawal –”
    tapi akhirnya myungyeon bersatu juga yeeah

  3. sikap laki-laki kadang emang susah dimengerti. cerita ini emang sesuai sama kenyadaan ya kak. pasti ada banyak yang punya kisah kayak gini.

    karena pertama kalinya baca ff myung-jiyeon, jadi aku kurang dapet feelnya aaah mian~_~ aku ngerasa alurnya mengalir secepat arus samudra *plak* pengen tau detail kisah mereka, apalagi perasaan junho;_;
    yang aku suka justru bagian akhirnya, itu romance-fluffnya dapet. dialog antara myung-jiyeonnya really really sweet!

    terus nih aku jadi penasaran sama BEM, apa di korea ada juga ya? hehe
    semoga berkenan sama celotehanku kak hehe ini penilaian jujurku dari hati /eh/
    keep writing!:D

    • Gomawo Jean dh mw comment🙂

      Wahh pasti biasa MyungZy atau Myungstall yh??🙂

      Hahaha ff aq mank msh bnyaaakk bgt kkurngn🙂
      Bda ma ff km tuhh jgoannn😉

      Wkakaka ada ga yah BEM dsna?? Harusnya ada krna bnyak community di korea.
      Dosen aq yg llusan sna blang bnyak Community dkmpus na..
      Tp kyakna bkn BEM x yhh nma naaa mungkin Senat atau sbgaina🙂

  4. Annyeong ^^

    Awalnya udah wanti-wanti kisah myungYeon akan berakhir., ehh tau nyaa ngak *elus-elus dada

    Dalem banget chingu kata-katanya..
    Tapi kok myungsoo tau yah kalo Jiyeon ma Junho sama-sama pas malem birthdaynya..

    Susahnya dapet cwo yang super cuek..

    Nice fanfic chingu..

  5. Thor ini baca ampe mata sembab cobaaa sedih tau thooor tapi seruuu kece sequel dongggg hehee daebak thor!!^^

  6. Simply nice.
    Bete banget emang kalo punya cwok cuek.
    Endingnya manis dan mengharukan😉

    Oh ya, judulnya agak rancu. Kalo artinya aku sakit, harusnya I am hurt. Mian ya =)

  7. Cerita’y bgus,, aq pnasaran bgaimana myungsoo si namja dingin mnyatakan prasaan’y dan jatuh cinta ma jiyeon.. Lain kali bkin sequel’y yah.. Ok,, ditunggu krya” slanjut’y

  8. Annyeong Thor~

    Kirain pas awal baca Myungsoo itu gk suka sama jiyeon n’ punya hubungan lain..
    Eh gk taunya gini..
    Aaaaakkkhhh!!
    Pokoknya Always Myungyeon dah! ^^

  9. woooaaahhh keren yoo ri ya…aku pikir myungyeon bklan putus beneran ehhh ternyata enggak….bagus lah akhir.a myung sadar dan bilang saranghae sm jiyeon….mmmhhh…nice ff…eeh…iya…aku main nyerocos aja tnpa slam dlu….Annyeong han yoo ri nim…aku readers bru nih d wp mu…salam kenal nee…izinkan aku bc ff karya mu nee…gomaawoo…

  10. menurut eon yg egois d cni tuh jiyi,dy terlalu menuntut byk ma myungi.dy g ngerti posisi myungi n jiyi pun g ngerti sbnerx myungi tu ky pa.tanpa hruz mengataknx pun hrux jiyi tau low myungi tuh syg ma dy.low myungi g da wktu wat jiyi,hruzx jiyi meluangkan wktu wat myungi.mengalah tu jln terbk ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s