You Don’t Know Love


Gambar

You Don’t Know Love

 

by

Han Yoo Ri (@uwiechan92)

Genre : Romance, Sad, Hurt (lagi dan lagi)

Rate : PG 16 || Lenght : Oneshoot

Main Cast : Park Jiyeon & Kim Myungsoo

Other Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhee

Disclaimer : Inspired by original experience & I made this original FanFiction.

This is 100 % fanfiction buatanku.

Ini bisa dibilang seri kedua dari “I Hurt” dan harus lagi-lagi bilang ini real story dari orang yang tidak bisa disebutkan namanya ^_^ Gomawo inspirasinya.

It’s REAL….and MyungYeon is REAL !!!

Please DON’T PLAGIATOR and DON’T Silent Reader

 

NOTE : Dulu aku janji bakalan buatin Myungsoo POV tapi kayakna sulit, aku bahkan ga ngerti pola pikir Myungsoo (read : si namja) jadi lagi2 aku bikin dari sudut Jiyeon ^_^

SEMUA CAST MILIK TUHAN… UNTUK YG BERTANYA ITU PARK CHANYEOL EXO ATAU BUKAN? TERSERAH KALIAN MENGANGGAPNYA SIAPA…
YANG JELAS MEREKA ADALAH BAGIAN DARI CERITA SAYA…

NO BASH… NO SIDERS…

Happy reading and please…comment

@@@

 

Masih ingat dengan kisahku? Kisah cinta yang rumit dan menjengkelkan. Tapi tetap terus kujalani. Ini adalah cerita baru dari kisahku yang lalu, kisah pahit baru yang menjadi bagian dari coretan kisah kami.

Kisahku Park Jiyeon si gadis pemimpi dengan Kim Myungsoo si Pangeran Kampus

 

Aku benar-benar sangat lelah beberapa hari ini jadwal kuliah yang berantakan membuatku mulai kacau dengan segudang tugas dan pekerjaan. Hari ini teman eomma Nam Ajhumma meminta bantuanku untuk membantunya dalam sebuah event Fashion yang cukup besar. Aku yang merasa tertarik pun mengiyakan ajakan dari sahabat eomma itu. Maklum aku butuh uang tambahan karena aku menginginkan varsity baru dari boyband favoritku.

“Kamu yakin kamu menerima job itu Jiyi’ah?” tanya eomma yang khawatir dengan kesehatanku yang akhir-akhir ini sedikit lemah.

“Nde eomma, aku yakin aku mampu. Eomma tak perlu khawatir” ucapku meyakinkan eomma.

“Baiklah, kau harus bekerja dengan baik dan jangan mempermalukan eomma. Arrachi!” ucap eomma sambil mengelus lembut surai coklatku.

Aku mengangguk pasti meyakinkan eomma.

“Kau sudah bicara dengan Myungsoo tentang pekerjaanmu diakhir pekan ini?” tanya eomma lembut.

Aku menggeleng lemah.

“Waeyo? Kalian sedang bertengkar?” tanya eomma.

“Anniyo… aku hanya takut mengganggunya eomma. Ia sedang sibuk dengan Tugas Akhirnya. Bahkan kami sekarang jarang saling mengabari eomma.” Ucapku lesu.

“Awas, jangan sampai itu menyebabkan kerenggangan dihubungan kalian” ucap eomma menasihatiku.

“Nde eomma, eomma aku masuk dulu ke kamar. Jaljayo” ucapku sopan dan beranjak menuju kamarku yang hampir seluruh dindingnya dihiasi poster – poster boyband favoriteku.

Kalian tau, dengan menyibukkan diri dengan fangirling aku sadar bahwa hubunganku dengannya semakin jauh. Sifat cueknya mulai terasa dan lebih parah akhir – akhir ini. Akupun mulai tak peduli karena jujur aku sangat lelah dengan banyak tugasku dan aku malas jika ujungnya hanya berakhir dengan perdebatan yang tak ada habis olehnya.

 

 

To       : Myungie Oppa

“Oppa kau sedang sibuk? Aku mendapatkan pekerjaan dari teman eomma? Menurutmu apakah lebih baik aku menerimanya?”

Ku tekan tombol send dan kutunggu beberapa menit.

 

 

From : Myungie Oppa

“Pekerjaan seperti apa?”

 

 

To       : Myungie Oppa

“Menjaga sebuah stand di pameran fashion. Tapi aku ragu oppa…”  >,<

 

From : Myungie Oppa

“Ya sudah kalau kamu tak merasa yakin tidak perlu diterima”

Balasan yang membuatku membanting keras ponselku ke ranjang. Sudah jelas dia bukan orang yang tepat jika diajak berbicara mengenai semua hal ini. Otaknya hanya penuh dengan kesenangannya dan organisasi saja.

Kupejamkan mataku pelan berusaha melupakan semua hal yang baru saja terjadi.

@keesokan harinya.

Aku mengambil pekerjaan itu, pekerjaan yang benar-benar melelahkan hingga membuat tubuh dan kakiku terasa ingin lepas, berlebihan bukan? Tapi memang itu yang aku rasakan walau tak dapat kupungkiri pengalaman makan makanan enak di hotel itu cukup menyenangkan. Oh ya aku lupa mengatakan pada kalian pameran fashion yang menjadi lokasi ku bekerja berada disebuah hotel cukup besar di kotaku.

Ku rebahkan tubuhku ke ranjang.

“Lelahnya….” ucapku pelan.

Kulihat pelan layar ponselku, tak ada satupun pesan ataupun line dari Myungsoo oppa. Aku mencoba untuk bersabar karena yang kutau ia sekarang sedang sibuk dengan persiapan sidang serah jabatannya sebagai ketua BEM kampus kami.

Biarkanlah ia melakukan hal yang ia inginkan semaunya.

@Seoul Hotel

“Jiyeon… menurutmu apa arti kekasih untukmu?” tanya Woohyun oppa padaku.

Woohyun oppa adalah supervisior di tempat ku bekerja saat ini.

“Entahlah oppa, bagiku kekasih hanya sebuah mimpi” ucapku sarkatis.

“Jawabanmu aneh Jiyeon” ucapnya sambil memasang wajah bingung.

“Begini oppa, buatku kekasih adalah sebuah mimpi yang tak bisa kuraih. Ada atau tidak ada itu terasa semu. Bahkan ketika ia berada di dekatmu sekalipun itu seperti ia berada berpuluh-puluh mil jauhnya dari dirimu” ucapku lemah.

Woohyun oppa semakin menatap bingung diriku yang mulai menatap langit biru melalui jendela hotel.

“Sepertinya kisah cintamu tidak terlalu baik Jiyeon’ah?” ucapnya sedikit memancing.

“Oppa kan sudah kubilang aku tak memiliki kekasih, kekasih itu hal yang semu bagiku” ucapku menegaskan jawabanku sebelumnya.

Ia hanya membentuk O pada mulutnya.

Moodku benar-benar turun seketika. Untung saja hari ini hari terakhir kubekerja kalau tidak entahlah jadi apa.

“Oppa apa aku bisa pulang sekarang? Sudah malam” tanyaku pada Woohyun oppa.

“Baiklah aku antar, aku tak mau bibi Park memarahiku” ucapnya lembut sambil mengelus puncak kepalaku lembut.

Aku hanya bisa menunduk dan menurutinya.

Kami pulang dengan mobil Nissan Juke white miliknya.

“Gomawo oppa sudah mengantarkanku sampai rumah” ucapku lemah.

“Aku yang harusnya berterimakasih padamu terima kasih karena 4 hari ini mau membantuku” ucapnya lembut.

“Hmmm… oppa aku masuk dulu” ucapku sopan.

“Baiklah salam untuk bibi dan paman Park” ucapnya lembut.

“Nde oppa… annyeong” ucapku sopan sambil melambaikan tanganku padanya.

Kutekan bel rumah.

“Kau sudah pulang?” tanya eomma lembut.

“Nde eomma, eomma aku lelah aku langsung ke kamar yah” ucapku sopan dan langsung menuju ke kamar ku membaringkan tubuhku yang lelah.

Lagi-lagi entah apa yang kupikirkan aku melihat layar ponselku lagi. Jelas… harusnya aku tau tak mungkin ada hal yang kuinginkan itu. Tak mungkin ia mengirimiku pesan hanya untuk bertanya keadaanku. Harusnya aku tau bahwa aku hanya berharap hal yang bodoh.

“Kau bodoh Park Jiyeon. Kau terlalu banyak berharap” ucapku lemah sambil menenggelamkan wajahku pada bantal agar isakan yang keluar dari bibirku tak terdengar eomma.

Kebiasaan buruk…

Menangis…..

Aku memang gadis yang cengeng, aku hanya mampu melampiaskannya dengan menangis.

@@@

@Chung-Ang University

“Jiyi’ah…. kau bekerja?” tanya Baekhee yang merupakan sahabatku.

“Ehm…” ucapku sambil mengangguk pelan.

“Wah.. hebat, kau bekerja apa?” tanyanya lembut.

“Aku hanya membantu menjaga stand pameran saja BaekHee’ah…” ucapku.

“Tapi tetap saja keren, oh iya aku ingin makan ramyun di kedai pojok jalan sana dengan Chanyeol selesai pelajaran nanti, kau mau ikut?” tanyanya lembut.

“Gomawo BaekHee’ah… tapi kurasa tidak, aku tak mau mengganggu kencan kalian” ucapku sedikit menggodanya.

“Kami tidak berkencan, kami hanya pergi makan ramyun saja” jawabnya gugup, semburat merah terlihat pada pipinya. Dia benar-benar gadis manis yang beruntung.

“Sekali lagi aku ucapkan terimakasih BaekHee’ah atas ajakanmu, tetapi sepertinya aku akan langsung pulang aku masih terlalu lelah” ucapku lembut.

“Ohh… baiklah.” ucapnya lemah sambil mempoutkan bibirnya lucu.

Gadis ini benar-benar menggemaskan pantas saja Park Chanyeol sepupuku yang terkenal sebagai Prince Campus itu bertekuk lutut padanya.

“Aku pergi dulu Channie sudah menungguku” ucapnya lagi sambil menunjuk kearah seorang namja tampan yang sedang berdiri dan melambaikan tangan kearahnya.

“Selamat bersenang – senang, semoga kencannya sukses” teriakku pada Baekhee.

Mereka saling berpegangan tangan dan pergi beriiringa.

Kalian benar-benar pasangan yang membuat iri.

Perhatian Chanyeol pada BaekHee membuat aku sadar bahwa Myungsoo oppa tak pernah melakukan itu padaku.

Sikap posesif Chanyeol pada BaekHee membuatnya semakin terlihat mencintai BaekHee dan seolah ia menyatakan pada dunia bahwa Byun Baekhee hanya milik Park Chanyeol.

Itu benar-benar membuatku iri

@@@

Aku berjalan pelan menuju tempat tinggalku.

Lelah benar-benar lelah.

Entah angin apa kuraih ponselku dan kuketik pesan untuknya.

 

To       : Myungie Oppa

“Aku merasa hubungan kita semakin jauh oppa, kau terlalu cuek”

Kutekan tombol send dengan debaran jantungku yang tak beraturan.

Beberapa menit kemudian muncul sebuah balasan darinya.

 

From  : Myungie Oppa

“Kurasa bukan aku yang cuek, kau lah yang menjauhiku. Kau terlalu sibuk dengan boyband-boyband kesayanganmu dan aku merasa kalah dengan mereka. Setiap kali aku ingin menyapamu kau selalu saja mengobrol dengan serunya bersama sahabat-sahabatmu”

Seperti sebuah belati menusuk tajam dijantungku. Jadi itu pandangnnya.

To       : Myungie Oppa

“Oh, jadi begitu pandangan oppa padaku. Oppa, asal kau tau bahkan mereka (read : Bias) tak mampu mengalahkanmu. Aku mencintaimu oppa, dan rasa cintaku padamu itu lebih dari cintaku pada idolaku”

Tanganku benar-benar gemetar, aku berusaha menahan tangisku agar tak pecah. Tetapi ada yang terasa nyeri pada hatiku.

 

From  : Myungie Oppa

“Benarkah itu? Nyatanya kau sama sekali tak menunjukkan itu. Kau tau Jiyeonnie… kau bahkan tak pernah memperhatikan penampilanmu akhir-akhir ini. Kau hanya berpakaian seadanya menuju kampus, malah terkesan berantakan”

Oh shit…. ia benar-benar sudah keterlaluan. Ini benar-benar menyakitiku. Tak taukah ia aku berusaha menahan tangis. Ia justru semakin menancapkan pisau pada hatiku. Aku sudah tak mampu menahan tangisku lagi.

Sakit…..

Itu benar-benar menyakitkan…

 

To       : Myungie Oppa

“Ahhh ternyata itu sebabnya, jadi karena penampilanku. Kau tau oppa? Aku terlalu lelah untuk memperhatikan penampilanku akhir-akhir ini bukan karena aku malas, tapi karena aku lelah. Aku lelah bekerja. Ahh aku lupa, kurasa kau tak peduli padaku. Aku memang benar-benar menyedihkan”

Tuhan….. aku benar-benar kesakitan.

From  : Myungie Oppa

“Kau menerima pekerjaan itu?”

To       : Myungie Oppa

“Hahaha kau bahkan tak pernah tau aku menerimanya oppa, kau bahkan tak melihat lingkar mataku yang menghitam akibat kelelahan. Kau bahkan bukan orng yang bertanya mengapa mataku hitam. Kau tau bahkan Chanyeol yang notabenenya jarang memperhatikanku dia bertanya mengapa mataku seperti mata panda”

Aku memukul-mukul dadaku berharap rasa sakit ini hilang.

Rasa sakit yang harusnya tak pernah muncul.

From  : Myungie Oppa

“Kau bahkan tak mengatakannya padaku bagaimana aku bisa tau. Bukankah wajar aku tak melihatnya kita sudah jarang berinteraksi akhir-akhir ini”

Rasanya aku ingin berteriak ditelinganya “LANTAS UNTUK APA KAU MENUNTUKU BERPENAMPILAN CANTIK DIDEPANMU EOH”

 

 

To       : Myungie Oppa

”Maaf tidak bisa membuatmu bangga, aku hanya gadis jelek yang tak pantas untukmu”

Park Jiyeon berhenti menangis…….

 

From  : Myungie Oppa

“Aku bukannya memintamu untuk terus tampil cantik atau berdandan berlebihan Jiyeonnie, aku hanya ingin kau terlihat pantas”

Terlihat PANTAS katanya?

Ohhh arra… aku memang tak pantas untuknya.

Mana mungkin gadis miskin sepertiku bermimpi mendapatkan pangeran kampus.

 

To       : Myungie Oppa

“Aku mengerti oppa, kurasa lebih baik kau mencari gadis lain yang cantik. Maaf inilah diriku, Park Jiyeon yang biasa. Park Jiyeon yang orang tuanya bersusah payah untuk menguliahkannya. Park Jiyeon yang hanya anak dari seorang buruh rendahan. Sepertinya dulu aku terlalu berkhayal menganggapmu mampu menerima keadaanku yang seperti ini. Aku bukan Jessica yang mampu tampil cantik karena memiliki banyak uang yang membuatnya bolak-balik salon kecantikan yang mahal. Aku bukan Seohyun yang orang tuanya memiliki uang banyak yng bisa membuatnya segudang alat kecantikan. Aku hanya seorang anak yang berjuang untuk mengangkat derajat orangtuanya”

Park Jiyeon berhenti merutuki nasibmu….

Berhenti menangis dan mengeluarkan airmata BODOH….

 

From  : Myungie Oppa

“Aku tak memintamu berdandan seperti Jessica ataupun Seohyun. Aku hanya ingin Jiyeonku yang dulu. Jiyeon yang manis dan cantik”

 

To       : Myungie Oppa

“Cukup oppa, kita sudahi obrolan ini. Aku lelah….”

Aku terus memukul-mukul dadaku berharap rasa nyeri itu hilang.

 

To       : Myungie Oppa

“Terimakasih atas semuanya selama ini, maaf atas segala kekuranganku. Maaf tak mampu berjuang banyak untukmu. Maaf jika nanti ku harus membencimu”

Kutekan tombol send pada ponselku.

Tuhan rasanya aku ingin pergi…

Pergi jauh dari dunia ini…..

Pergi meninggalkan semua rasa sakit ini….

Aku memang terlalu berharap banyak padanya…

Harusnya aku sadar posisi dan keadaanku….

Ini menyakitkan Tuhan….

Ini sangat menyakitkan…..

To       : Myungie Oppa

“Aku mencintaimu oppa…..”

 

 

 

-End-

 

Dengan tidak elitnya FF ini berakhir. Untuk yang bertanya kenapa harus end? Jawabannya biarkan kalian reader yang menebak akan jadi apa hubungan Jiyeon dan Myungsoo selanjutnya. Aku juga tak tau kelanjutan kisah mereka seperti apa. Kita tunggu saja waktu yang memberi jawabannya.

Sampai jumpa di HanYoo Ri Fanfiction selanjutnya….

Pai..pai…

23 thoughts on “You Don’t Know Love

  1. chingu ini pernah di post di fp kn, ak mau sequel ny donk. buat myungsoo mnyesal dgn apa yg dia lkuin kjiyeon. thor sequel nde ^^

  2. Miris bgt ,, komunikasi lwat sms, putus jga lewat sms
    ckck
    Jiyeon bagus ,, PUTUS mang pilihan yg tepat !!!
    cwo ky gtu mang ga bsa diharapkan
    ga usah sedih aplgi nangis buat mahluk ky gtu ,, tenang aja stok cwo msih bnyak ko

  3. aishhhhhhhhh ni guling udh eon remaz2.awalx eon beranggapsn low jiyi yg terlalu byk menuntut v d liat dr sikap myungi yg maksa jiyi wat berpenampilan cbtik tnpa memperhatikanx aigoooo napeun namja -___-

  4. Itu myungsoo nya beneran suka sama jiyi atau engga sih ? Tega banget :’
    min penasaran, ceritanya cuma sampe disini ya min ? Lanjutin dong, berasa nanggung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s