Really I Didn’t Know


Gambar

Really I Didn’t Know

 

by

Han Yoo Ri  (@uwiechan92)

Genre : Romance, Fluff

Rate : PG 16 || Lenght : Oneshoot

Main Cast : Park Jiyeon & Kim Myungsoo

 

Disclaimer : Inspired by original experience & I made this original FanFiction.

This is 100 % fanfiction buatanku.

Ini bisa dibilang seri keempat dari “I Hurt” , “You Don’t Know Love me” dan “Love Note” harus lagi-lagi bilang ini real story dari orang yang tidak bisa disebutkan namanya ^_^ Gomawo inspirasinya.

It’s REAL….and MyungYeon is REAL !!!

Please DON’T PLAGIATOR and DON’T Silent Reader

 

NOTE :

Ini satu cerita lagi dari kisah cinta mereka.

Tolong diingat ini bukan FF CHAPTER yah… ini hanya FF oneshoot dari tiap moment kisah mereka. Terkadang tidak berkesinambungan karena hanya permoment yang diambil.

NO BASH… NO SIDERS…

Happy reading and please…comment

 

@@@

Ini sepenggal kisah baru tentang hubunganku dengannya.

Hubungan yang tak pernah bisa kuterka akan berakhir menjadi apa.

Semoga akhir kisahku dengannya merupakan akhir yang bahagia.

Akhir yang kalian semua inginkan juga bukan?

-Park Jiyeon-

 

 

*Jiyeon POV

Akhir-akhir ini moodku benar-benar tidak baik. Entahlah mungkin karena tugas yang menumpuk ditambah lagi Myungsoo oppa masih cuek denganku.

 

Tiba-tiba ponselku berdering.

“Yeoboseyo, ne eomma waeyo?” tanyaku bingung kenapa eomma menelepon selarut ini.

“Ajhussi datang dari Jeju. Bisakah kau pulang akhir pekan ini nak?” ucap eomma.

“Jinjayo? Hyunsik ajhussi datang?” tanyaku semangat.

“Ehmmm” jawab eomma.

 

Kalian ingin tau siapa Hyunsik ajhussi?

Dia adalah adik laki-laki eomma yang terpaut usia sekitar 15 tahun dariku.

Ne, jadi usianya tidak terlalu tua untuk dipanggil oppa bukan?

Tapi tetap saja aku harus memanggilnya ajhussi. Tetapi terkadang aku memanggilny oppa.

Hyunsik ajhussi besar dengan keluargaku, aku sudah menganggapnya oppa-ku sendiri walau kenyataannya ia adalah pamanku.

Hyunsik ajhussi tinggal di Jeju bersama istrinya Jihyun eonni. Mereka sudah memiliki 2 orang anak, laki-laki dan perempuan.

Anak yang pertama bernama Minhyuk dan anak keduanya bernama Hyunji.

Kalian tau pamanku yang satu ini sangat overprotektif denganku.

Aku tau ia menyayangiku, sangat karena begitu juga denganku. Aku sangat menyayanginya.

Tapi aku benci sifat overprotektifnya.

 

“Akan kuusahakan untuk pulang kamis ini eomma” jawabku.

“Baguslah, kau akan pulang diantar Myungsoo atau sendiri?” tanya eomma kemudian.

“Mungkin aku akan pulang sendiri” jawabku lirih

 

 

Kalian ingat pesan terakhir yang kukirim ketika pertengkaran kami terakhir.

Ne, “Aku mencintaimu oppa”

Itu adalah pesan terakhirku padanya. Sejak saat itu kami tidak lagi saling memberi kabar ataupun bertegur sapa ketika bertemu.

Entahlah aku tak mengerti akan dibawa kemana hubungan kami. Tak ada kata putus dan tak ada kata lanjut dalam hubungan kami.

Kami sama-sama tak mau menyelesaikan setiap masalah yang timbul.

Kami cenderung menganggap masalah tersebut hanya hal biasa.

Menganggap tak pernah terjadi dan diam.

Lucu bukan?

Tapi itulah hubungan kami.

 

 

 

@Laboratorium

“Kau tampak tak baik hari ini Jiyi’ah?”  tanya BaekHee.

“Hm… aku mungkin hanya lelah Baekhee’ah… dan hari ini aku harus pulang karena Hyunsik oppa datang dari Jeju. Eomma menyuruhku untuk pulang ke Daegu” ucapku pelan.

“Wah sepertinya menyenangkan, tapi kenapa wajahmu tak bersemangat seperti itu?” tanya BaekHee.

“Apa ini tentang Myungsoo oppa lagi?” lanjutnya.

 

Aku menggelengkan kepalaku pelan.

Cukup sudah terlalu banyak aku menyusahkan BaekHee, aku ingin melihatnya bahagia bersama Chanyeol dan aku tak mau membebaninya dengan masalahku yang tak kunjung memiliki penyelesaian ini.

 

“Aku hanya lelah BaekHee’ah… percayalah” ucapku meyakinkan sahabat baikku itu.

“Kau harus jaga kesehatanmu, sekarang sudah masuk musim dingin dan kau harus ingat, kau itu tidak tahan udara dingin pastikan kau selalu menggunakan jaket tebal” ucap BaekHee.

“Nde, arra” jawabku sambil mencubit pipi chubby BaekHee yang sejak tadi terus-terusan mengoceh khas ibu-ibu.

 

 

@@@

 

 

Jam kuliah pertama berakhir, aku bergegas menuju lantai bawah untuk segera pulang. Aku takut akan tertinggal jadwal kereta dan itu sangat berbahaya.

Ketika aku turun melewati tangga lantai 3 tiba-tiba ada tangan yang menarikku kesudut ruang. Awalnya aku kaget dan takut namun ketakutanku sirna ketika aku melihat siapa pemilik tangan yang menarikku tadi.

 

“Myungsoo oppa?” ucapku pelan.

“Kau ingin kembali ke Daegu?” tanyanya pelan namun terlihat jelas tatapan mata yang menuntut.

“Ehm” ucapku pelan sambil menghindari tatapan matanya.

 

Jujur hal yang paling aku takutkan saat ini adalah menatap matanya.

Kalian bertanya mengapa?

Karena aku takut ketika aku menatap matanya aku akan menangis.

Aku bukanlah gadis yang kuat jika berbicara tentang hubunganku dengan Kim Myungsoo.

 

“Kenapa kau tidak memberitahuku Jiyi’ah” ucapnya masih dengan tatapan yang menuntut penjelasan.

“Aku hanya pulang untuk bertemu Hyunsik oppa” jawabku memandang lurus ke matanya.

“Hyunsik ajhussi datang ke Daegu?” tanyanya.

“Nde, eomma baru saja memberitahuku semalam, dan kebetulan hari ini kelas praktekku hanya sampai siang hari. Makanya aku pikir aku bisa langsung pulang ke Daegu” jelasku.

“Tapi kenapa kau tak memberitahuku, aku bisa mengantarmu pulang” ucapnya lirih.

 

Aku benci sifatnya yang seperti ini, sifat yang membuat seolah-olah aku yang salah dan tidak pernah ada masalah pada hubungan kami sebelumnya.

 

“Bukankah oppa masih memiliki kelas Jung sam setelah ini” ucapku pelan.

Jung saem adalah dosen yang terkenal killer dan menyebalkan di kampus Chung-Ang.

“Tapi akukan bisa membolos” jawabnya enteng.

“Oppa yakin mau bolos matakulian Jung saem? Bukankah oppa merupakan anak kesayangan Jung saem!” ucapku sarkatis.

Myungsoo oppa diam, aku tau ucapanku pasti akan membuatnya bungkam dan tak berkutik. Seorang mantan ketua BEM Chung-Ang University mana mungkin membolos matakuliah Jung saem yang notabene-nya adalah dosen kesayangannya.

“Oppa aku hampir ketinggalan kereta aku pergi dulu” ucapku sambil melepaskan pegangan tangannya padaku.

 

Tanpa ku sadari bulir kristal dari sudut mataku jatuh.

Aku benci mengakui bahwa sifat diamnya itu menyakitiku. Sangat menyakitiku.

*Jiyeon POV end.

 

@@@

 

*Myungsoo POV

“Kenapa kau tidak memberitahuku Jiyi’ah” ucapku masih dengan tatapan yang menuntut penjelasan.

“Aku hanya pulang untuk bertemu Hyunsik oppa” jawabnya memandang lurus ke mataku.

“Hyunsik ajhussi datang ke Daegu?” tanyaku.

“Nde, eomma baru saja memberitahuku semalam, dan kebetulan hari ini kelas praktekku hanya sampai siang ini. Makanya aku pikir aku bisa langsung pulang ke Daegu” jelasnya.

“Tapi kenapa kau tak memberitahuku, aku bisa mengantarmu pulang” ucapku lirih.

“Bukankah oppa masih memiliki kelas Jung sam setelah ini” ucapnya pelan.

 

Jung saem adalah dosen yang terkenal killer dan menyebalkan di kampus Chung-Ang setidaknya itu menurut orang lain tapi tidak untukku yang merupakan murid kesayangannya.

 

“Tapi aku-kan bisa membolos” jawabku enteng.

“Oppa yakin mau bolos mata kuliah Jung saem? Bukankah oppa merupakan anak kesayangan Jung saem!” ucapnya sarkatis.

“Oppa aku hampir ketinggalan kereta aku pergi dulu” lanjutnya sambil melepaskan pegangan tanganku.

 

Aku hanya mampu menatap nanar kepergiannya, memandangi bahunya yang sedikit bergetar. Bisa kutebak saat ini ia pasti menangis walau harus ku akui ia selalu menangis karenaku. Karena kebodohan Kim Myungsoo.

 

“Arghhhh” teriakku frustasi.

 

@93Room

“Ya Kim Myungsoo berhenti memperlihatkan tampang menakutkan seperti itu” teriak Kai.

“Kau berisik Kim Jong In” ucapku dingin.

“Kau bertengkar lagi dengan Jiyeon?” tanyanya pelan.

 

Aku tak menjawab, aku justru menenggelamkan wajahku pada meja.

 

“Kau terlihat menyedihkan Kim Myungsoo” ucapnya pelan.

 

Aku memang selalu terlihat menyedihkan di matamu Kai, karena hanya kau yang tau jelas hubunganku dengan Jiyeon.

 

Mahasiswa paling dipuja seantero Chung-Ang University hanya akan terlihat menyedihkan didepan makhluk paling sok kegantengan Kim Jong In. Walau aslinya memang tampan.

 

“Kyungie bilang Jiyeon pulang ke Daegu hari ini” ucap Kai pelan.

“Nde, dia kembali ke Daegu sejam yang lalu” jawabku sekenanya.

“Kau tak mengantarnya?” tanyanya bodoh. Rasanya ingin sekali aku melempar batu pada Jong In agar namja yang notabenenya jenius ini menjadi bodoh keseluruhan.

“Ia menolaknya” jawabku singkat.

“Kau yakin dia menolaknya? Bukan karena kau yang pasrah dan tidak berjuang lebih keras” ucapnya  santai.

 

DEG

 

Kalimat yang diucapkan Jong In benar-benar menohok kedalam jantungku.

Ucapan yang mungkin ketika didengar orang lain biasa saja, tapi tidak untukku.

Jong In benar, aku memang tidak pernah berusaha lebih untuknya.

Aku hanya mampu membuatnya menangis.

Tapi aku punya alasan mengapa aku tak bisa bersikap seperti namja lain yang mampu menunjukan cintanya dimanapun, kapanpun dan disituasi apapun.

 

*Myungsoo POV end

 

 

@@@

 

*Jiyeon POV

@KTX (Korean Train eXpress)

 

From   : BaekHee

“Kau sudah sampai Daegu?Aku dan Kyungie sedang berada di Lotte Avanue, disini sedang ada festival musim dingin”

 

 

To        : BaekHee

“Kedengarannya menyenangkan? Aku belum sampai Daegu Baekhee’ah mungkin 10 menit lagi aku sampai aku masih di kereta. Kau pergi dengan Kyungie? Jaga dia baik-baik kalau dia hilang kau bisa dimangsa srigala menyebalkan jurusan Music Art itu”.

 

Kutekan tombol send sambil terkekeh pelan melihat balasan pesanku.

Tak lama kemudian pesan dari baekhee masuk.

 

 

From   : BaekHee

“Ini sangat menyenangkan, banyak makanan enak disini. Hahahaha kalau masalah Kyungie aku sudah mengikatnya denganku agar ia tak hilang,jika ia hilang aku bisa mati dicabik-cabik oleh srigala hitam itu”

 

Aku berusaha menahan tawa ketika membaca balasan dari BaekHee.

 

Gadis ini memang terkenal apa adanya ketika berbicara. Yahhh menyedihkan sekali Kai dikatakan srigala hitam, walau tak dapat dipungkiri bahwa kulit Kai memang lebih gelap dari kebanyakan orang Korea lainnya, karena ia memang lahir di daerah pegunungan oleh sebab itu kulit tubuhnya lebih gelap. Tapi bagaimanapun Kai, Kyungie tetap setia menjadi kekasihnya. Itulah cinta, begitu buta.

 

 

Lantas bagaimana dengan cintaku? Apakah juga dapat dikategorikan cinta yang buta?

Atau justru cinta yang tak pernah ada?

 

 

To        : BaekHee

“Selamat bersenang-senang, sudah dulu yah. Aku sudah sampai di stasiun Daegu. Salam untuk Kyungie. Annyeong”

 

Ketikku cepat sebelum aku mengambil tasku dan turun dari kereta.

Aku berjalan cepat keluar dari stasiun Daegu mengejar bus menuju ke rumahku. Nyaris saja aku tertinggal bus.

Di sepanjang perjalanan di bus aku memandangi setiap jalan di Daegu, mulai dari taman yang dulu sering aku dan Myungsoo oppa kunjungi, mall yang sering kita kunjungi untuk nonton film, hingga gedung sekolah kami baru saja terlewati.

Seolah memori dari setiap kenangan-kenangan manis itu berputar lagi.

Hubungan kami dulu ketika di Daegu benar-benar berbeda dengan hubungan kami sekarang ketika kami di Seoul.

Seoul seolah menjadi kota kehancuran dari hubungan dan kisah manis kami.

 

@@@

 

@Park Family House

“Aku pulang” teriakku cukup keras.

“Eomma…eomma dimana?” teriakku mencari eomma.

“Eomma di dapur” jawab eomma.

“Oppa dimana?” tanyaku

“Ahhh ajhussimu sedang bertemu teman-teman lamanya dengan istri dan anak-anaknya” jawab eomma.

 

Aku membanting tasku, merentangkan tubuhku pada ranjang.

 

“Aku lelah…” keluhku.

“Mandilah, eomma sudah memasak. Setelah mandi kau makan saja, bukankah kau kelaparan” ucap eomma.

“Aku mau makan bersama oppa” ucapku.

“Lebih baik kau makan duluan, Hyunsik belum tentu kembali cepat” ucap eomma.

 

Aku hanya mengangguk dan berjalan menuju kamar mandi dan mandi.

 

“Eomma,aku lelah” ucapku seraya membaringkan tubuhku di ranjang.

“Lebih baik kau istirahat, nanti jika ada Hyunsik ajhussi aku akan membangunkanmu” ucap eomma.

Belum sempat mataku terpejam tiba-tiba terdengar ketukan pintu.

 

“Kami pulang, mana Jiyeonnie?” tanya Hyunsik ajhussi to the point.

“Nde, aku disini” ucapku keluar dari kamar dan ikut berkumpul di ruang depan.

“Kyakkk, kau sudah besar nak” ucap Hyunsik ajhussi sedikit berlebihan.

“Berlebihan” ucapku sinis.

“Oh ya kudengar kau sudah memiliki kekasih? Mana kekasihmu tidak ikut?” tanya Hyunsik ajhussi santai.

“Aku tidak memiliki kekasih” jawabku singkat.

“BOHONG” teriak Minah.

 

Minah adalah adik sepupuku yang paling menyebalkan. Pengadu dan gadis bawel.

 

Aku menatap Minah tajam.

Dasar gadis menyebalkan.

 

Hyunsik ajhussi menyeringai kecil.

“Jadi yang benar sudah punya atau belum?” tanya Hyunsik ajhussi meremehkan.

 

Aku benci topik ini.

 

“BELUM” teriakku keras.

“Baguslah kalau begitu, aku yang akan mencarikan jodohmu” ucap Hyunsik ajhussi enteng.

 

Aku membeku, tak mampu berkata apapun.

Aku melangkahkan kaki ku ke kamar, aku lelah mendebatkan hal yang tak penting menurutku.

Jodohku?

 

@@@

@JiyeonRoom

 

Aku benar-benar gusar dan takut atas ucapan ajhussi tadi. Hyunsik ajhussi bukan orang yang suka bercanda mengenai hal itu. Ia orang yang sangat serius.

 

Kuketik pelan pesan di ponselku.

 

To       : Myungsoo oppa

“Oppa aku sudah sampai di Daegu”

 

From   : Myungsoo oppa

“Baguslah kalau sudah sampai, bagaimana sudah bertemu ajhussi?”

 

To       : Myungsoo oppa

“Sudah… oppa boleh bertanya?”

 

From   : Myungsoo oppa

“Ada apa? Kenapa bertanya harus meminta ijin dulu. Tanyakan saja”

 

To       : Myungsoo oppa

“Jika aku dijodohkan oleh Hyunsik ajhussi dengan orang lain kau akan melakukan apa?”

 

 

Lama tak ada jawaban darinya. Aku tetap menunggu dengan sabar.

 

From   : Myungsoo oppa

“Kedengarannya baik, setidaknya ajhussi pasti memilihkan orang yang baik untukmu Jiyi’ah. Jika itu terjadi aku tak bisa melakukan apapun”

 

Jawaban yang benar-benar terdengar pasrah.

Aku membencinya.

Sangat membencinya.

Ia seolah tak berniat mempertahankanku.

 

*Jiyeon POV end

 

@@@

Aku sempat khawatir Jiyeon tak mengabariku tapi setelah terdengar bunyi bip dari ponselku aku bahagia. Jiyeonnie mengabariku.

 

From   : Jiyeon

“Oppa aku sudah sampai di Daegu”

 

To       : Jiyeon

“Baguslah kalau sudah sampai, bagaimana sudah bertemu ajhussi?”

 

From   : Jiyeon

 “Sudah… oppa boleh bertanya?”

 

To       : Jiyeon

 “Ada apa? Kenapa bertanya harus meminta ijin dulu. Tanyakan saja”

 

From   : Jiyeon

 “Jika aku dijodohkan oleh Hyunsik ajhussi dengan orang lain kau akan melakukan apa?”

 

DEG

 

Aku tidak salah liat bukan?

Dijodohkan?

 

 

Tanpa sadar aku menggebrak meja kelas. Untuk tidak ada siapapun di kelas selain diriku.

Aku menarik nafas pelan.

 

To       : Jiyeon

“Kedengarannya baik, setidaknya ajhussi pasti memilihkan orang yang baik untukmu Jiyi’ah. Jika itu terjadi aku tak bisa melakukan apapun”

 

Aku yakin ia sedang menangis sekarang.

Jujur aku tak ingin melukainya.

Tapi apa yang kubisa lakukan.

Pria dengan sejuta kebodohan yang hanya mampu melukainya.

Jika dia memang jodohku ia pasti akan menjadi milikku.

Jika dia bukan jodohku, semoga aku mampu melepaskannya.

 

“Aku mencintaimu Park Jiyeon”

-Kim Myungsoo-

 

 

-KKEUT-

 

38 thoughts on “Really I Didn’t Know

  1. Huwaaaaaa myungsoo baboooooo aku benci padamuuuuuuu kenapa kau begitu pasrahhhhh sihhhh aissssshhhh essssmosssi aku Saeng baca Ff mu myungsoo ngeselin Bgt

    Udah tau Lo dia selalu melukai jiyi yaaa setidaknya dirubah Donk sifatmu perhatian dikit kek malah tambah parahhhh

    L Kim L Kim bukan L namany Lo ga membuat orang galau wkeke

  2. Aaaaaarrrgghh KIM MYUNG SOO PABO YA
    jadi orang kok cepet banget menyerah
    bener2 ga menyelesaikan masalah
    mana ad cewek yg ga sakit hati kalo pacarnya ngrelain dy d jodohin. .
    jangan dipendem aj myungsoo-ah g guna tambah bikin sakit hati
    kenapa si g ngungkapin ap yg dy mau. .perjuangin jiyi myungsoo-ah sblm telat. .ato emang uda telat
    xoxo

  3. Ampun deh myungsoo!!!!!!!!
    Pasrah amad sihh!!!! Klo cinta sama jiyeon ya di kejar donkkkk
    Hadehhhhh jadi gregetan sama sikapnya myungsoo ><

  4. hwaaa babo myung jinjja pengen aku jambak rrambutnya pasrah bgt sh jd namja ga ada sosok gentle perhatian dll hzzzzz kasian jiyi :((

    • Aku juga ga suka…
      Tapi terkadang sulit menampik bahwa kenyataan cinta datang pada orang yang tak biasa, pada waktu yang kadang belum tepat.

      jadi kalo menurut aku ini adalah bagian dari resiko cinta

      Gomawo dah mau baca n comment ff aq🙂

  5. Myungsoo ngeselin bgt sih . Blm prnh di timpuk pake penggorengan ya ?
    Knp pasrah bgtt si jd org . Emg bnr klo emg jdoh pst jiyi milik mu . Tpi klo gk ada usaha sm skali .kemungkinan besar tdk akan berjodoh #esmosinih .wkKKakK

  6. kenapaaaaaaaaaaaa begini?!!!!!!
    gak terima!!! ff ini harus dilanjutin! myungsoo perlu tahu dan harus mau tau tentang dirinya dan hubg,-nya dg jiyeon!! myungsoo harus mendapatkan jiyeon kembali!! apaun caranya!!! kkeuttttt
    hahahha

  7. Heol,,myungsoo disini pasrah banget,,
    Bnr yg dikatakan Kai..
    Tidak pernah ♏ªµ berusaha lebih,,
    Hufh,,
    ∫å∂í ini endingnya gimana?

  8. Kya… Myungsoo pabbo namja ya… G̲̣̣̣̥a̶̲̥̅̊k bs membrikan perhatian lbh ap pda jiyi knpa harus b’sikap cuek pdhal suka ma jiyi.. I don’t like it .. T’lalu bnyak menyakiti jiyeon..
    Maldwe andwe… Gmna klau hyunsik bnran menjodhkan jiyi? Apkah jiyi akan menyerah n melepaskan myungsoo?
    Curious… Next’Чα”̮ di tngu ..hehe

    • Iya myung emang pabbo.

      Wah Jiyi juga pabbo nih?? hahahaha

      Mereka hanya sama sama pasrah dan merasa cintanya jika jodoh pasti berakhir baik🙂

      Gomawo dah mau baca dan comment ff aku🙂

  9. still nyesek T.T
    kata cinta myungsoo seolah gak berguna krn sama sekali gak ada pembuktiannya ke jiyeon. dia terlalu pasrah tanpa berusaha –“

    • Aku suka komentar kamu… hahahaha
      “kata cinta myungsoo seolah gak berguna krn sama sekali gak ada pembuktiannya ke jiyeon”
      Sepakat….
      Tapi sampai skarangpun aku ga tau jalan pikiran Myungsoo itu kayak apa.

      Gomawo dah mau baca dan comment ff aku🙂

  10. Ini masih ada lanjutannya kan??
    Aku bener2 gk suka sama orang yg sifatnya kyk Myungsoo!
    Udh tau Jiyen mau dijodohi malah tambah pasrah!
    Lo cewek ato cowok sih?! #buat Myung
    Mian thor..
    Kebawa emosi banget
    Nice ff thor~

  11. aaaiiissshhhh jinjiaaaaa myungsoo benar benar pabbo…ck…yaaaakk myungie kalo bener2 cinta sm jiyeon tunjukin doong…aaaiiissshhhh bikin darah naik k ubun2 deeh…huuufff….mo smpe kpan jiyeon harus nangis terus….ckck…

  12. tuhhh kan bnr myungi tu syg bgt ma jiyi v dy tu ga tw cara ngungkapinx gmn bahkan ketika jiyi bertanya jika dy djdohkan pun myungi hanya menjwab seadax,bkn krna myungi pasrah v myungi bnr2 g tw pa yg hruz dy lakukan.org seperti myungi tu hruz d ksh dlu ky yg kai lakuin.sebalikx jiyi heuz lbh meluapkan pa isi hatix ma myungi coz myungi bkn tipe org yg peka.ohhh ya tuhan kisah ni pernh eon alamin coz keegoiaan eon akhirx eon khilangan org yg eon cintai #mlh curcol haha

  13. myungsoo pabbo .. Msa gtu ajh langsung nyerah.. Diperjuangin donkk .. Geregetan jg nih .. kan, aku baca smpe nangis ,, huuaa .. ray oppa , myungsoo pabbo #ngadu ,, jiyi sbar yah ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s