My Turn To Cry


Image

My Turn To Cry

 

by

Han Yoo Ri  (@uwiechan92)

Genre : Romance, Fluff, Sad/Hurt

Rate : PG 16 || Lenght : Oneshoot

Main Cast : Park Jiyeon & Kim Myungsoo

 

Disclaimer :

It’s REAL….and MyungYeon is REAL !!!

Please DON’T PLAGIATOR and DON’T Silent Reader

 

NOTE :

Ini FF spesial Christmas Day dan New Year 2014…. ^_^

Semoga feelnya sampai.
Semoga kalian tetap suka walau mungkin rada geje ^^v

NO BASH… NO SIDERS…

Happy reading and please…comment

 

OST :

First Snow & My Turn To Cry – EXO

@@@

“I am standing in love with you”

-Erich Fromm-

 

 

20 Desember 2013

“Aishhhh eomma menyebalkan sekali kenapa harus menyuruhku di malam sedingin ini sih!” gerutu gadis manis dengan kepang dua serta nafas yang mengepul menahan dingin.

BRUK…

“Ya…!!! Aishh… sial sekali malam ini” teriaknya.

Orang yang baru saja menabrak gadis itu hanya diam dan membeku didepannya.

“Ya..setidaknya kau membantu setelah kau menabrakku!” teriak Jiyeon lagi.

Namja yang diteriaki itu bukannya membantu ia justru berjalan lurus meninggalkan Jiyeon tanpa ucapan maaf.

“Ishhh dasar orang gila, Akhhh… menyebalkan” gerutu Jiyeon kesal.

Ia segera memunguti belanjaannya yang berantakan dan bergegas pulang ke rumah.

Jiyeon bukanlah gadis yang suka dingin. Bahkan bisa dibilang ia benci udara dingin. Ia akan lebih memilih udara panas yang membuat kulitnya hitam dibanding harus berlama-lama diluar udara dingin yang membuat hidungnya mimisan dan tubuhnya memucat.

@@@

 

@ParkFamilyHouse

“Aku pulang…” teriak Jiyeon sambil meletakkan belanjaan eommanya dan berlari menuju kamar untuk menghangatkan diri.

“Jiyeonnie, kenapa kau langsung ke kamar cepat bantu eomma!” perintah Nonya Park.

“Eomma, aku kedinginan. Eomma bisa meminta RiYeon eonni untuk membantu eomma. Aku mimisan lagi eomma” teriak Jiyeon dari kamar.

Eomma Jiyeon yang panik mendengar anak bungsunya mimisan bergegas menuju kamar Jiyeon.

“Jiyi’ah… gwenchana?” tanya eomma Jiyeon sambil mengetk-ketuk pintu kamar gadis itu panik.

“Eomma aku baik-baik saja, aku sedang membersihkan darahnya. Eomma lanjutkan saja memasaknya” ucap Jiyeon sambil mengelap darah yang tak henti-henti mengalir dari hidungnya.

“Kau yakin?” tanya eommanya lagi.

“Nde, eomma. Tenanglah” ucap gadis itu menenangkan ibunya.

“Eomma buatkan minuman hangat yah?” ucap Nonya Park.

“Tak usah eomma, gomawo. Aku akan tidur setelah ini, kepalaku sedikit pusing” ucap Jiyeon sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang.

“Baiklah, selamat istirahat. Jika kau membutuhkan sesuatu panggil eomma ne!” perintah eomma Jiyeon.

“Nde” ucap gadis itu sambil memejamkan mata.

@@@

 

@WoollimBuilding

“Ya Myungsoo kau dari mana saja?” tanya Sunggyu pada namja yang baru saja membuka pintu dorm INFINITE.

“Hanya berjalan-jalan sebentar hyung” jawab namja berpakaian serba hitam itu sambil melepas syalnya.

“Kau pergi melihatnya lagi?” tanya Sunggyu sendu.

Tubuh namja yang ditanya itupun menegang. Otaknya seolah memutar kejadian menyakitkan 2 tahun yang lalu.

 

#FlashbackOn

NamsanTower

23 Desember 2011

“Oppa, mari pasang disini saja” ucap seorang gadis manja.

“Kau yakin pasang disini tidak akan hilang. Ini terlalu dipojok chagi” ucap namja yang ternyata kekasih gadis rambut pendek itu.

Gadis itu menggeleng kecil.                 

“Disini lebih indah” ucap gadis itu singkat sambil tersenyum manis.

“Ji Eun’ah…. kau mimisan lagi” ucap namja itu panik sambil mengambil sapu tangan dari sakunya dan menekannya pada hidung kekasihnya itu agar mimisannya berhenti.

“Aku baik-baik saja Myungsoo oppa” ucap Ji Eun lembut.

“Akhir-akhir ini sepertinya kau sering sekali mimisan chagi” ucap Myungsoo sambil memeluk tubuh gadis kecil itu.

“Aku hanya kedinginan oppa, jadi mimisan” elak Ji Eun.

“Baiklah dengan begini kau takkan kedinginan chagi” ucap Myungsoo sambil memeluk tubuh gadisnya itu dari belakang.

“Oppa, malam ini benar-benar indah untukku. Terimakasih sudah mau mengisi lembar -lembar kisah cintaku” ucap gadis itu sendu sambil menatap hamparan lampu dari rumah dan gedung-gedung kota Seoul.

“Aku akan melakukan apapun untukmu chagi, bahkan kalau kau meminta Namsan tower ini dipindahkan didekat apartemenmu aku akan memindahkannya” ucap Myungsoo.

“Kau berlebihan oppa, oppa berjanjilah kau akan selalu bersamaku sampai maut memisahkan kita” ucap gadis itu sendu.

“Aku akan selalu bersamamu, disampingmu menikmati indahnya musim dingin di Namsan tower seperti ini” ucap Myungsoo mengeratkan pelukannya.

Gadis yang dipeluk itu hanya tersenyum getir.

“Oppa malam natal besok bisakah kita bertemu lagi disini?” tanya Ji Eun.

“Baiklah, kita akan bertemu jam 20.00 KST” ucap Myungsoo.

“Yakso?” tanya Ji Eun.

“Nde yakso chagiya” ucap Myungsoo.

 

24 Desember 2010

“Sore ini kita harus berangkat ke Jepang untuk promosi album Japan” jelas Sunggyu.

Myungsoo memandang kalender sebentar. 24 Desember, malam ini memiliki janji dengan Ji Eun kekasihnya.

“Hyung, apakah aku bisa menyusul besok pagi?” tanya Myungsoo.

“Memang kau ingin kemana Myungsoo’ah?” kini Woohyun yang menyela.

“Aku memiliki janji malam ini hyung” jawabnya lirih.

“Baiklah, aku akan coba tanyakan pada manager hyung. Jika mereka mengijinkanmu menggunakan penerbangan pagi maka kau bisa berangkat pagi. Jika tidak…. maafkan aku” ucap Sunggyu bijak.

“Gomawo hyung” ucap Myungsoo lirih.

Namsan Tower, Seoul Korea Selatan

19.45 KST

Seorang gadis dengan setia berdiri di menara paling indah yang menjulang tinggi di kota Seoul itu. Ia terus memandang dua gembok yang saling bertautan. Gembok cintanya bersama kekasihnya.

Saranghae Kim Myungsoo.

KMS is mine, LJE

 

Saranghae Lee Ji Eun

LJE is mine, KMS

 

Ia tersenyum kecil sambil bergumam pelan.

“Mian oppa aku membohongimu. Mianhae” ucap gadis itu yang tanpa sadar meneteskan air matanya. Ia mulai terisak kecil ketika memndang jam tangannya. Waktu menunjukkan 20.45 KST.

“Bahkan aku tak bisa mengucapkan selamat natal dan maaf padamu oppa” ucap gadis itu lirih.

“Aku mencintaimu Kim Myungsoo” ucap Ji Eun sebelum akhirnya ia jatuh tak sadarkan diri.

@Japan

Namja yang merupakan visual INFINITE itu terus saja bolak-balik resah, hatinya merasa tak nyaman. Sejak tadi ia tidak bisa menghubungi nomer  ponsel kekasihnya.

“Berhentilah bolak bali Myungsoo’ah, kau membuatku pusing melihatnya” celetuk Sungyeol.

Namja itu pun berheti dan membanting tubuhnya keras ke atas ranjang.

“Kau mengkhawatirkannya?” tanya Sungyeol lagi.

Myungsoo mengangguk kecil sambil menutup matanya dengan tangan seolah ingin melupakan kekhawatirannya pada pujaan hatinya. Tetapi perasaan tak enak itu terus menjalar dihatinya. Seolah ia memiliki firasat buruk pada gadisnya.

“Lebih baik semua tidur besok kita ada perjalan pagi dari Tokyo sampai Osaka” perintah Sunggyu.

Semua member pun memejamkan matanya berusaha menghemat tenaga untuk promo besok. Myungsoo yang terus berusaha untuk tidur tetapi tetap saja tak mampu menutup matanya.

 

#SKIP TIME

30 Desember 2010

@LeeFamilyHouse

 

Ditekan pelan bel rumah keluarga itu.

“Annyeonghaseyo eomma, apa Ji Eun ada?” tanya namja berbalut jaket bludru hitam itu.

Mata si pemilik rumah yang awalnya membulat melihat kedatangan namja itu kini mendengar pertanyaan namja tersebut jadi meredup.

“Eomma, Ji Eun baik-baik saja bukan?” tanya namja itu mulai panik melihat sifat wanita paruh baya yang ia panggil eomma itu.

“Masuklah Myungsoo’ah” ucap wanita paruh baya itu parau.

“Eomma, kenapa rumah ini sepi sekali? Appa kemana?” tanya Myungsoo bingung melihat keadaan rumah kekasihnya itu.

“Duduklah” ucap eomma Ji Eun.

“Ji Eunnie dimana eomma” tanya Myungsoo semakin bingung.

Ibu Ji Eun menghembuskan nafas kasar. Kemudian mengeluarkan suaranya.

“Myungsoo’ah, ini ada titipan untukmu” ucap Eomma Ji Eun.

“Dari siapa eomma? Dan ini apa?” tanya Ji Eun.

“Entahlah, itu dari Ji Eun” ucap eomma Ji Eun kemudian diam.

“Kau harus kuat, Ji Eun kini sudah tak bisa bersama kita lagi. Ia sudah bahagia bersama Tuhan” lanjut nonya Lee.

Dahi Myungsoo berkerut , ia tak mengerti ucapn ibu dari kekasihnya itu. Ia buka kotak kecil itu.

Kotak berisi sebuah gelang dengan tulisan “I am falling in love with you” dan sebuah surat bersampul pink.

Dibuka surat itu dan dibaca pelan.

 

To       : My Dear

Oppa, annyeong.

Kalau sampai surat ini bersamamu berarti aku sudah tak bersamamu lagi. Jangan marah dulu. Aku pergi karena aku sudah lelah menanggung sakitku oppa.

Oppa aku sakit.

Mimisanku itu bukan hanya karena aku kelelahan tetapi karena ada kanker ditubuhku. Aku baru mengetahuinya sekitar sebulan belakangan ini. Aku kira aku hanya kelelahan dan tak kuat cuaca dingin. Tetapi ketika eomma membawaku ke Joonmyeon uisa ternyata aku positif  leukimia stadium 3. Uisa memvonisku 5 bulan lagi. Hebat bukan ?

Tetapi ketika minggu lalu aku check up dengan eomma, Joonmyeon uisa bilang kankerku naik stadium dalam waktu seminggu. Dan uisa bilang aku harus banyak melakukan kebaikan dan apapun yang aku mau.

Kau ingat malam sebelum hari natal di namsan tower 2 tahun lalu ketika kita memasang gembok cinta pertama kita di sana?

Kau tau aku menuliskan apa?

““I am falling in love with you, Kim Myungsoo”

Aku tidak menyesal telah jatuh cinta padamu. Juga tidak marah pada Tuhan karena ia memberikanku umur pendek. Aku cukup bersyukur karena ia memberikanmu untukku disisa waktuku yag terakhir.

Oppa, kumohon jangan menangis. Jangan tangisi aku.

Kau harus kuat dan mendapatkan cinta baru.

Kejar mimpimu dan kebahagiaanmu oppa

“Saranghae Kim Myungsoo”

From Your Love

Lee Ji Eun

 

“Eomma katakan ini lelucon kan?” tanya Myungsoo sambil meminta kejelasan pada eomma Ji Eun.

“Myungsoo’ah… ikhlaskanlah Ji Eun agar ia tenang disana” ucap Eomma Ji Eun sambil mengusap lembut surai Myungsoo.

“Anniya… Ji Eun belum pergi. Ia berjanji akan merayakan natal bersamaku eomma. Anniya” teriak Myungsoo sambil menangis dan keluar dari rumah keluarga Lee.

“Myungsoo’ah…” teriak Nyonya Lee.

Namja itu terus mengemudikan mobil audy putihnya dengan cepat. Ia bahkan tak peduli dengan suara sirine mobil polisi yang mengikutinya dari belakang. Hingga sesuatu yang buruk terjadi.

BAAAAMMM….

Suara tubrukan keras antara mobil audy putih dengan vespa kuning yang dikendarai seorang gadis.

Pengemudi vespa kuning itu terpental hingga 5 meter dari lokasi kejadian. Sedangkan si pengemudi audy putih itu bercucuran darah.

#FlashbackOFF

 

@@@

 

*Myungsoo POV

Bagiku natal adalah kenangan pahit. Ketika orang lain merayakannya dengan suka cita, natal hanya ada kegetiran untukku.

“Kau pergi ke Namsan tower lagi?” tanya Sungyeol roomateku.

“Anni” jawabku singkat kemudian membaringkan tubuhku di ranjang dan memejamkan mataku.

@Howon University

“Ahhh sial aku terlambat” ucap seorang gadis dengan rambut berantakan khas pengendara motor.

“YA Park Jiyeon kenapa kau berlari-lari dikoridor kampus” teriak Mrs. Jang pada gadis itu.

Aku masih terus memandangi mereka entah mengapa aku penasaran dengan gadis itu. Anni, maksudku penasaran dengan tanggapannya pada Mrs. Jang si wanita tua yang hobi mengomel namun ia hanya salah satu fansku. Aku mulai sombong sepertinya.

“Mianhamnida Mrs. Jang, aku sedang terburu-buru. Mr. Cha tadi mendadak memanggilku ke ruangannya tentang proyek festival kampus” ucap gadis itu sambil membenarkan penampilannya yang berantakan.

“Kau ini mau bertemu dengan dosen tetapi penampilanmu berantakan seperti ini” ucap Mrs Jang sambil memandang gadis itu dari atas hingga kaki yeoja itu.

“Mianhamnida” ucapnya sopan sambil membungkukkan badannya berkali-kali.

“Sudah sana pergi pasti Mr. Cha sudah menunggu dan ingat jangan berlari!” ucap Mrs. Jang menatap tajam gadis itu.

Gadis itu hanya mengangguk kemudian membungkukkan badannya sebelum meninggalkan ajhumma bawel itu.

“Akh aku lupa jadwal kuliahku” gumamku pelan.

Aku bergegas lari menuju kelasku yang ada di lantai 3 gedung utama.

*Myungsoo POV end

@@@

“Mianhamnida sam… aku terlambat” ucap Jiyeon masih dengan nafas yang terengah-engah.

Mr. Cha terlihat tersenyum lembut.

“Ini minumlah kau pasti lelah berlari menuju kantorku” ucapnya lembut.

“Kamsahamnida sam” jawab gadis itu sopan.

“Ini surat yang menyatakan bahwa script milikmu lolos dan akan dijadikan drama kampus ketika festival” ucap Mr. Cha

Jiyeon tersenyum senang. Akhirnya setelah berkali-kali mengikuti lomba penulisan script, akhirnya scriptnya bisa lolos dan akan didramakan.

“Kamsahamnida sam…kamsahamnida” ucap gadis itu lucu.

“Untuk castnya apakah kau memiliki rekomendasi yang cocok untuk hal itu Jiyeon’ah?” tanya Mr. Cha

Jiyeon tampak berfikir sejenak, ia bingung siapa yang akan memerankannya.

“Untuk main cast yeoja aku rasa So Hyun dari fakultas drama cocok untuk itu” usul Jiyeon.

“Ahhh So Hyun gadis yang belum lama itu main di drama Can You Hear Voice bersama Lee Jong Suk” ucap Mr. Cha memastikan.

“Nde, dia baru saja masuk Howon University dan aku rasa ia mampu memerankannya” ucapku tegas.

“Untuk main cast namja?” tanya Mr. Cha.

“Entahlah sajangnim aku tidak memiliki bayangan siapa yang cocok” jawab Jiyeon bingung.

“Bagaimana dengan Myungsoo?” tanya Mr. Cha membuat gadis didepannya itu bingung.

“Myungsoo? Nuguya sam?” tanya Jiyeon

“Ya Tuhan Park Jiyeon, kau sebenarnya tinggal dimana sampai-sampai kau tak tau Kim Myungsoo si visual INFINITE” ucap Mr. Cha berdecih.

Gadis itu hanya memandang dosen di depannya dengan tatapan datar.

“Kalau menurut sam dia cocok aku setuju saja” ucap Jiyeon.

“Baiklah, besok aku kan menghubungi mereka. Kau juga begitu mereka menyanggupinya, kau harus melakukan proses pembacaan naskah bersama mereka” jelas Mr. Cha.

“Nde sajangnim” ucap Park Jiyeon kemudian membungkukkan badannya dan keluar dari ruangan Cha Sam.

#SKIPTIME

Kim Myungsoo dan Kim So Hyun akhirnya terpilih menjadi pemeran utama drama kampus berjudul “Miracles in Christmas” karya Park Jiyeon.

Mereka hanya memiliki waktu 4 hari untuk mempersiapkan segalanya. Tetapi bukan Howon University kalau hasilnya mengecewakan. Para penonton dan beberapa sutradara mengatakan bahwa drama ini sanga bagus dan layak di layar lebarkan. Jiyeon selaku penulis naskah tersebut merasa tersanjung. Namun sayang dari banyaknya pujian atau agungan kata-kata indah dari para sutradara tersebut tak ada satupun tawaran dari sutradara yang diberikan untuk Jiyeon. Tawaran justru banyak diberikan untuk So Hyun dan Myungsoo.

Gadis itu pun lebih menyukai mengasingkan diri setelah pertunjukan dbanding harus bertamah ramah dengan para tamu undangan.

“Kau tidak masuk untuk makan?” tanya suara khas namja berambut hitam legam itu.

“Aku tak lapar” jawab Jiyeon dengan bahasa informal.

“Jiyeon’ssi, sejak pertama bertemu denganmu anda terus menggunakan banmal padaku. Apakah anda tidak tau jika anda lebih muda dariku. Harusnya anda bersikap sopan padaku!” ucap Myungsoo menatap tajam gadis dihadapannya itu.

“Lantas? Aku harus memanggil anda sunbae? Atau dengan embel-embel –ssi? Bukankah anda junior saya di kampus ini?” balas Jiyeon tak kalah sengit menatap Myungsoo.

Udara di balkon room Howon University itu berhembus kencang. Salju mulai turun dengan lebat. Namun Jiyeon dan Myungsoo masih saling memberikan death glare masing-masing.

Tiba-tiba darah segar mengalir dari hidup gadis cantik itu.

“Ji….yeon’ssi hidungmu berdarah” ucap Myungsoo kaget melihat darah mengalir dari hidung Jiyeon.

“Akhh… keluar lagi, gwenchana ini sudah biasa. Aku hanya kedinginan saja” ucap Jiyeon santai.

Seolah de Javu bagi Myungsoo.

 

#FlashBack

Ji Eun’ah…. kau mimisan lagi” ucap namja itu panik sambil mengambil sapu tangan dari sakunya dan menekannya pada hidung kekasihnya itu agar mimisannya berhenti.

“Aku baik-baik saja Myungsoo oppa” ucap Ji Eun lembut.

“Akhir-akhir ini sepertinya kau sering sekali mimisan chagi” ucap Myungsoo sambil memeluk tubuh gadis kecil itu.

“Aku hanya kedinginan oppa, jadi mimisan” elak Ji Eun.

Bayangan tentang Ji Eun mimisan dan pergi meninggalkannya seolah terputar kembali.

“Myungsoo’ssi gwenchana?” tanya Jiyeon bingung melihat Myungsoo yang diam dan tiba-tiba meneteskan airmata.

“….”

Namja itu tetap diam, tubuhnya masih terus membeku. Jiyeon yang melihat itu mengguncang-gunjangkan tubuh namja itu hingga namja itu tersadar dari dunia bayangannya(?).

“Gwenchana?” tanya Jiyeon lagi.

“Akhh gwenchanayo, pakai ini untuk menghentikan mimisanmu” ucap Myungsoo sambil memberikan sapu tangan berwarna putih dengan sebah sulaman dipojoknya.

“KMSLJE hiasan yang aneh?” ucap Jiyeon bingung.

Myungsoo hanya diam dan masih memandang gadis itu khawatir. Gadis itu masih terus berusaha mengehentikan darah yang mengalir dari hidungnya dengan cara mengadah ke atas.

“Kau bisa pusing jika terus seperti itu. Darahnya bisa mengalir ke otakmu lebih baik menunduk dan begini” ucap Myungsoo satu tangannya menekan kepala Jiyeon untuk menunduk dan satu tangan lainnya mengelap darah yang mengalir dari hidung Jiyeon.

Jantung gadis itu berdetak tak karuan, ia tak pernah berjarak sedekat ini dengan makhluk yang bernama laki-laki. Rasanya wajahnya benar-benar memerah dan tubuhnya memanas.

Myungsoo yang sadar kegugupan Jiyeon pun segera mundur beberapa langkah dari Jiyeon.

“Hm… Laku..kan seperti itu dan jangan mengadah keatas” ucap Myungsoo gugup.

Ia juga tidak berbeda jauh dengan gadis didepannya. Jantungnya seolah mendadak berpacu dengan cepat. Seluruh aliran darahnya memanas dan mengalir keseluruh tubuh.

“Lwebih baik kau masuk kedalam disini terlalu dingin” lanjut Myungsoo.

Jiyeonpun mengangguk setuju dan berjalan berdampingan dengan Myungsoo menuju hall.

Seluruh pengunjung memperhatikan mereka berdua.

“Oppa…oppa…aktingmu tadi benar-benar luar biasa” Ahreum imut.

“Gomawo Ahreum’ah…” jawab Myungsoo sambil mengelus lembut puncak kepala gadis itu.

Entah ada perasaan panas di hati Jiyeon. Rasa tak nyaman melihat pemandangan di depannya. Ia pun meninggalkan dua orang itu.

Tanpa disengaja Jiyeon ditabrak oleh seseorang hingga minuman yang dipegang orang tersebut menyiram tubuhnya sendiri.

“YA… APA MATAMU BUTA EOH!!!!” teriak namja itu kasar.

Jiyeon berusaha menahan amarahnya yang sudah memuncak.

“Mianhamnida, tapi tidakkah anda salah? Bukankah harusnya anda yang meminta maaf karena sudah menabrak saya!” ucap Jiyeon sinis.

“YA… dasar gadis tak tau diri. Memangnya anda siapa memerintah saya untuk meminta maaf pada anda!” ledek namja itu.

“Tetapi memang anda yang salah, harusnya nada meminta maaf” ucap Jiyeon yang kini sedikit menurunkan nada suaranya. 

“YA DASAR WANITA TAK TAU DIRI!!” teriak namja itu sambil melayangkan tangannya hendak menampar Jiyeon.

Gadis itu reflek menunduk dan melindungi wajahnya dengan tangannya. Namun ternyata tangn namja itu tidak sampai memukulnya.

“Anda benar-benar laki-laki yang memalukan, anda tidak malu orang lain sedang melihat anda. Melihat seorang laki-laki yang hendak memukul seorang perempuan” ucap Myungsoo sambil meremas kuat tangan laki-laki itu yang masih berada diudara(?).

“Ya sakit bodoh!” teriak laki-laki itu pada Myungsoo.

Semua orang menatap kearah mereka.

“Myungsoo’ah gwenchana?” tanya manager Myungsoo yang khawatir artisnya terluka.

“Gwenchanayo hyung” ucap Myungsoo lembut.

Semua orang langsung menatap sinis kearah laki-laki pemukul itu sambil berbisik.

“Bisa-bisanya ia hendak memukul gadis” ucap salah satu penonton.

“Menjijikan sekali, masih muda tetapi hendak memukul Myungsoo. Cih, bukankah dia figuran di drama yang kemarin kau garap?” ucap penonton lainnya.

“Cih aku tidak akan sudi memakainya lagi dalam projectku” ucap seorang sutradara.

Laki-laki itu benar-benar dipermalukan. Jangan salahkan Myungsoo dan Jiyeon mereka korban disini. Lelaki itu berlari sekuat tenaga pergi meninggalkan keramaian di hall tersebut.

“Gwenchana?” tanya Myungsoo.

“Akan lebih baik jika anda tidak ikut campur dengan urusan saya  dan akan lebih baik jika anda mengurusi wanita anda!” ucap Jiyeon sinis.

“Wanita saya?” tanya Myungsoo bingung.

Mata Jiyeon menatap ke arah Ahreum yang sedang bergelayut manja pada seorang ajhussi.

Myungsoo yang memperhatikan arah pandang Jiyeonpun tertawa keras.

“YA kenapa kau tertawa? Apa yang kau tertawakan!” seru Jiyeon panik karena tawa Myungsoo mengundang banyak orang memperhatikan mereka.

“Kau sinis padaku karena dia” ucap Myungsoo sambil menunjuk Ahreum.

“Jangan terlalu pede” ucap Jiyeon yang kemudian beranjak keluar dari hall itu. Ia benci keramaian dan benci dipermalukan.

Ketika Jiyeon sampai di pintu keluar Hall sebuah tangan menahannya.

“Ia adikku, adik perempuanku namanya Kim Ahreum dan itu yang sedang bersamanya Ayah dan Ibuku” ucap Myungsoo sambil menunjuk keluarganya.

Jiyeon yang terlanjur malu hanya mampu melepaskan tangan Myungsoo dan pergi meninggalkannya.

@@@

@YeidoPark

“Akhhh memalukan sekali” teriak Jiyeon dibangku taman yang sudah tertutupi salju.

“Kau gila Park Jiyeon, betapa memalukannya kau menyangka adiknya adalah kekasihnya. Pabbo….!” runtuk Jiyeon lagi.

Saking malunya Jiyeon ia tak sadar bahwa sejak tadi ia diawasi oleh laki-laki yang membuatnya malu itu.

“Ia benar-benar lucu” ucap Myungsoo pelan.

“Akhhh dingin, kalau begini terus aku bisa mimisan lagi” ucap Jiyeon.

Baru saja Jiyeon mengatakan hal tersebut, cairah merah segar keluar dari hidungnya.

“Akh… mimisan lagi” keluh Jiyeon.

Myungsoo yang melihat hal itu sontak menghampir gadis itu

“Ya gwenchana?” tanya Myungsoo panik.

“Gwenchanayo” ucap Jiyeon kaget karena melihat kemunculan Myungsoo tiba-tiba.

“Ayo ke rumah sakit” ucap Myungsoo sambil menarik pergelangan tangan Jiyeon.

“Lepaskan” teriak Jiyeon berusaha melepas tangan Myungsoo.

Mereka diam sejenak dan saling menatap tajam

“Anda tau Myungsoo’ssi, anda benar-benar merusak natal saya. Kupikir malam ini akan menjadi malam terindah bagi saya menjadi seorang penulis skenario hebat adalah mimpi saya. Tetapi di hall tadi hanya nama anda dan So Hyun yang dipuja-puja para sutradara. Kemudian kasus pria yang hendak memukul saya, terimakasih telah membantu dan membuat saya menjadi tontonan banyak orang. Cih, kata perempuan yang hendak dipukul dimalam natal itu terdengar menyedihkan bukan ? Dan sekarang anda muncul tiba-tiba memaksa saya  untuk ke rumah sakit hanya karena mimisan ini. Memangnya anda siapa bisa mengatur hidup saya. Ahhh aku lupa, anda kan seorang idol. Mana mungkin idol pernah merasa kesakitan ketika malam natal yang ada ia kebanjiran hadiah dari para fans. Benar begitu Myungsoo’ssi !” bentak Jiyeon keras.

Lelaki yang baru saja bentak itu diam, tubuhnya membeku. Namun  tangan yang semula terlepas itu kini berkaitan kembali, Myungsoo terus menarik tangan Jiyeon dan memasukkan tubuh gadis itu ke mobilnya dan membawanya ke rumah sakit Seoul.

@SeoulHospital

“Dia baik-baik saja Myungsoo’ssi, ia hanya alergi dingin sehingga ia terus mimisan” jelas Lee uisanim.

“Dan ini resep obat yang harus diminum Jiyeon’ssi silakan ditebus dan diminum secara teratur” lanjut Lee uisanim.

“Kamsahamnida uisanim” jawab Myungsoo dn Jiyeon bersamaan.

Mereka berduapun keluar dari ruangan dokter itu.

“Duduklah disini sebentar, aku akan membeli obatmu. Jangan kemana-mana sampai aku datang” perintah Myungsoo.

Gadis itu hanya mengangguk imut dan patuh.

Sepeninggal Myungsoo ke apotik rumah sakit, Dokter Lee keluar dari ruangannya.

“Kau masih disini Jiyeon’ssi?” tanya Lee Uisanim.

“Nde, uisanim” jawab Jiyeon sopan.

“Dia sepertinya benar-benar mencemaskanmu yah?” ucap uisanim lagi.

Jiyeon hanya tersenyum kecil.

“Mungkin ia takut hal itu terjadi lagi” ucap Lee uisanim.

“Kejadian apa?” tanya Jiyeon bingung.

“3 tahun lalu ia kehilangan kekasihnya akibat Leukimia dan itu menyakitkan untuknya karena ia tak mengetahui bahwa gejala mimisan yang biasa dialami kekasihnya merupakan gejala kanker darah bukan mimisan biasa. Dan ketika malam natal 2010 mereka berjanji merayakan di namsan tower tetapi Myungsoo tak datang, ia harus promo album di Jepang. Gadisnya tetap menunggunya hingga tubuhnya tak kuat lagi menahan dingin. Ia dilarikan ke rumah sakit ini. Namun sayangnya semuanya sudah terlambat. Myungsoo benar-benar sangat mencintai gadis itu, mungkin sampai sekarang. Itu mengapa bagi Myungsoo malam natal adalah malam penuh kegetiran dan kesakitan.” ucap Dokter Lee.

Ucapan Lee uisanim membuat tubuh Jiyeon membeku ia teringat ucapan kasar beberapa jam yang lalu yang ia lontarkan pada Myungsoo.

“Anda tau Myungsoo’ssi, anda benar-benar merusak natal saya. Kupikir malam ini akan menjadi malam terindah bagi saya menjadi seorang penulis skenario hebat adalah mimpi saya. Tetapi di hall tadi hanya nama anda dan So Hyun yang dipuja-puja para sutradara. Kemudian kasus pria yang hendak memukul saya, terimakasih telah membantu dan membuat saya menjadi tontonan banyak orang. Cih, kata perempuan yang hendak dipukul dimalam natal itu terdengar menyedihkan bukan ? Dan sekarang anda muncul tiba-tiba memaksa saya  untuk ke rumah sakit hanya karena mimisan ini. Memangnya anda siapa bisa mengatur hidup saya. Ahhh aku lupa, anda kan seorang idol. Mana mungkin idol pernah merasa kesakitan ketika malam natal yang ada ia kebanjiran hadiah dari para fans. Benar begitu Myungsoo’ssi !” bentak Jiyeon keras.

Tak lama setelah itu Myungsoo datang.

“Uisanim ada disini?” tanya Myungsoo sopan.

“Nde aku tadi melihat Jiyeon’ssi sendirian menunggumu jadi aku menemaninya” ucap Lee uisanim.

“Kamsahamnida uisanim” ucap Myungsoo.

“Selamat natal dan tahun baru ne, semoga tahun ini tahun yang membahagiakan untukmu Myungsoo’ah” ucap Lee uisanim lembut.

Myungsoo dan Jiyeon pun meninggalkan Seoul National Hospital.

@MyungsooCar

“Dimana rumah anda?” tanya Myungsoo dingin.

“Aku tidak ingin pulang, aku mengunjungi suatu tempat” ucap Jiyeon tak kalah dingin.

Myungsoo yang semula fokus menyetir, menatap Jiyeon sebentar. Gadis itu masih sibuk menatap keadaan di luar jendela mobilnya.

Salju….

Hiasan lampu-lampu dan bola-bola khas natal tampak mengkhiasi jalan-jalan kota Seoul.

“Kau ingin kemana?” tanya Myungsoo

“Namsan tower” jawab Jiyeon singkat.

Seketika itu juga Myungsoo menghentikan mobilnya hingga membuat Jiyeon nyaris menyentuh kaca mobil.

“Mian” ucap Myungsoo.

“Jika tak mau mengantarku, kau bisa turunkan aku di halte bus di depan itu. Aku akan naik bus” ucap Jiyeon sopan.

“Mana ada bus jam segini? Lagi pula ini natal, supir bus pasti mendapatkan waktu pulang lebih cepat” ucap Myungsoo.

“Hm…” jawab Jiyeon pelan sambil terus melihat  ke luar jendela.

“Aku akan mengantarmu” ucap Myungsoo memutar arah menuju Namsan tower tempat yang selalu membuatnya sesak.

24 Desember 2013

Namsan Tower

Seoul, Korea Selatan

“Sampai…” ucap Myungsoo.

“Kamsahamnida telah mengantarku” ucap Jiyeon sambil keluar dari mobil Myungsoo.

Jiyeon pergi meninggalkan Myungsoo yang masih diam di dalam mobil.

Jiyeon terus melangkahkan kakinya melewati jalan yang sudah dipenuhi dengan salju. Hingga akhirnya ia sampai di puncak.

Jiyeon memandang lirih Seoul dari Namsan Tower.

“Kau bisa kedinginan jika terus begini” ucap Myungsoo yang tiba-tiba muncul dan memakaikan syal abu-abu ke leher Jiyeon.

Jiyeon menatap namja itu bingung

“Kau tau, aku benci tempat ini juga….. benci malam ini” ucap Myungsoo lirih.

Jiyeon menatap Myungsoo lekat. Tangannya meraih baju Myungsoo tepatnya dibagian sikunya.

“Maafkan aku atas ucapan kasarku sebelumnya” ucap Jiyeon lirih dan menunduk. Ia terlalu malu menatap Myungsoo.

“Gwenchanayo, karenamu aku jadi berfikir bahwa natal tak seburuk itu. Kau menyadarkanku mengenai banyak hal. Mimpi, kebanggan diri dan juga…” ucap Myungsoo menggantung.

Gadis dihadapannya itu pun menatap Myungsoo bingung.

“CINTA…” lanjut Myungsoo.

“Kau tau Jiyeon’ssi entah mengapa setiap didekatmu aku merasa jantungku ingin keluar dari tubuhku, aku tak suka melihatmu diremehkan orang lain. Aku benci ketika melihatmu mimisan. Aku benci ketika kenyataannya aku menyakitimu karena kesuksesan drama itu. Tapi… aku tak bisa berbohong bahwa…. sepertinya aku jatuh cinta padamu” ucap Myungsoo.

Keheningan terjadi setelah itu. Salju mulai turun semakin lebat membuat suhu udara kota Seoul semakin tinggi.

Jiyeon melirik jamnya sebentar.

“23.59 KST terimakasih telah memerankan drama itu. Terimakasih karenanya aku bisa mengenalmu. Terimakasih telah khawatir tentang keadaanku, terimakasih telah mencintaiku dan membuat tubuh ini hangat setiap didekatmu” ucap Jiyeon sambil tersenyum kecil.

Ucapan Jiyeon membuat namja didepannya itu merengkuh tubuh Jiyeon kedalam pelukannya. Saling mengalirkan rasa cinta mereka dan kebahagiaan mereka.

“Gomawo Jiyi’ah…. saranghae” ucap Myungsoo lirih.

“Nado saranghae oppa, Merry Christmas & happy new year oppa” jawab Jiyeon.

“Merry Christmas & happy new year Chagi” balas Myungsoo sambil mengecup kening gadisnya

Tidak selamanya Natal itu buruk untuk seorang Kim Myungsoo.

Buktinya natal tahun ini ia mendapatkan cinta baru.

Cinta yang akan ia jaga dan takkan pernah ia izinkan untuk pergi untuk kedua kalinya.

-KKEUT-

Jelek yah?

Sebenarnya ini FF sempet berhenti pengetikannya jadi moodnya hilang.

Tetapi semoga tidak terlalu mengecewakan.

SELAMAT TAHUN BARU 2014 readersnim…..

53 thoughts on “My Turn To Cry

  1. akhirnya myungie am jiyeon bersama❤
    aq kira jiyi bakal kena kanker , but ternyata gg , syukurlah🙂
    bagus jiyi ngajak ke namsan tower , jd myungie bssa melupakan rasa sakit nya karna digantikan kenangan indah am jiyi❤
    ehh jiyi waktu tabrakan dijalan waktu belanja myungie kan ya ??????
    dan waktu myungie kecelakaan mobil dya gg kenapa" kan , soal nya gg diceritain gimana keadaan myungie waktu itu !!!!!
    ahh mian ya coment ku agak gg penting , kkkkk :-p
    gomawo dah mau share ff myungyeon and ditunggu ff myungyeon lain nya ^^
    FIGHTINGGGGGG

    • Wahhh aku suka komentar kamu panjangggg🙂

      Sebenernya niat awal ff ini tuh twoshoot and sad ending.
      Tapi berhubung aku dikejar deadline dan minggu dpn aq uas jadi aq bikin oneshoot geje gini.

      Hihihihi Myungie gmna yh…

      Gomawo…
      Sekali lg aq ucapin gomawo dah mau baca dan comment ff aku🙂

  2. ciee ciee myung dapat pacar baru hihi😀
    sama seperti myung, aku kira jiyeon kena leukimia gitu, teernyata hanya alergi musim dingin.. syukurlah

    ceritanya bagus.. ditunggu ff myungyeon lainnya^^
    Happy New Year author😀

  3. Q ga suka part Myungsoo dan jieun hehehr maaf y Saeng kamu tau sendiri kan q ga lagi suka sama dia hehehehr

    Huhuu kirain bakal sad q sempet was was bacany kan kamu seneng Bgt bikin sad ehhh ternyata ga hehehe

    Ditunggu Ff selanjutny y fighting

  4. Untunglah jiyi hanya alergi dingin, klo sampe kena leukimia juga, kejadian lee jieun bisa terulang lagi,
    Bagus koq, cuma alurnya aja agak cepet😀

  5. Akhirnya Myungsoo bisa melupakan kenangan pahit itu..
    Yaa,,tak selamanya malam natal menjdi malam yang menyakitkan buat Myungsoo
    Toh,,sekarang kau sudah pnya Jiyeon..
    Heheheheh

  6. So sweet, ff yg romantis.
    Myungsoo yg awalnya benci natal jdi sadar g’ slamanya natal itu buruk.
    Dimlm natal dia kehilangan cintanya & dimlm natal pula dia menemukan cinta barunya.
    Ditunggu ff selanjutnya.

  7. Bagus kok ffnya….Aku kira jiyeon kena leukimia juga kaya jieun terus akhirnya sad ending tapi ternyata engga😀 Romantisnya myungyeon jadian di namsan tower pas lagi natal dan tahun baru lagi🙂😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s